Pengamat: Ada Upaya Politis Singkirkan Erisman

- Kamis, 23 Juni 2016 | 05:00 WIB

PADANG, HALUAN—Ke­putusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Padang,  terkait pemberhentian Eris­man selaku Ketua DPRD masih menjadi polemik. Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Asrinaldi mengindikasikan, ada upaya politis untuk menying­kir­kan kader Gerindra tersebut dari kursi pimpinan.

“Berkaca dari keadaan sebelumnya, secara politis saya melihat, pemberhentian ini terkesan seperti upaya kelompok tendensius se­mata,”  katanya Rabu  (22/6).

Banyak kasus pelangga­ran yang dilakukan oknum anggota DPRD namun tidak disikapi BK.  Seperti, ter­tangkap kasus perjudian. Walaupun secara hukum dibebaskan, namun, BK ti­dak melakukan apa-apa.

Beranjak dari sana, terke­san ada semacam kekuatan yang disusun agar seseorang tersingkir dari kursinya.

Bisa jadi tidak hanya di lingkungan dewan, tetapi juga internal partainya. Keya­kinan ini,  diperkuat dengan sejumlah isu yang mendera Erisman sejak awal jabatan.

Berbagai tudingan dila­yangkan,  yang belum ter­bukti benar dan salah. Sebut saja kasus dugaan ijazah palsu, dugaan perbuatan asusila hingga perseling­kuhan. Asrinaldi mengaku,  tidak membahas materi hukumnya, hanya melihat kronologi politiknya.

Untuk itu, bila tidak puas, Erisman disarankan melihat ulang syarat materil yang dituduhkan padanya. 

“Bila tidak puas, sah-sah saja  mengadukan ke PTUN. Melihat syarat materilnya layak atau tidak,” pung­kasnya.

Ketua BK DPRD Kota  Padang Yendril berharap, Erisman berjiwa besar. Se­bab, keputusan yang diambil sama sekali tidak mengada-ada. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X