Pemko Segera Lakukan Evaluasi Jalur Satu Arah Jalan Pancasila

Administrator
- Jumat, 1 Juli 2016 | 06:36 WIB

PADANG, HALUAN — Keputusan Pemko Padang yang memberlakukan jalur satu arah di Jalan Pancasila sejak akhir tahun 2015 mulai mendapat keluhan dari warga setempat dan pengguna jalan.

Saat ini kebijakan ter­sebut menjadi tanda tanya. Bahkan beberapa warga se­tem­pat menduga kebijakan ini untuk menguntungkan salah satu café di jalan ter­sebut.

Pantauan Haluan di Jalan Pancasila, Salah satu café ternama menggunakan se­bagian jalan untuk lahan parkir para tamu. Terlebih lagi disaat acara buka ber­sama, jalan ini penuh dan para pengguna jalan menjadi mengeluh akibat terhalang kendaraan tamu dan menjadi macet.

Salah satu warga setem­pat, Nur (55) menuturkan sejak pemberlakuan jalur satu arah banyak warga setempat yang prihatin. Pasalnya, jalan ini biasa digunakan orang banyak. Sekarang dipakai untuk kepentingan peng­usaha.

“Saya tidak tahu apa ala­san jalan ini jadi satu arah. Tetapi, cukup prihatin saja karena keputusan satu arah benar-benar dimanfaatkan oleh pemilik café besar di jalan ini,” kata Nur kepada Haluan, (30/6) kemarin.

Senada Febrianto (28), salah seorang pemuda yang ditemui Haluan ketika men­coba menerobos jalur satu arah ini tampak ragu-ragu sembari waspada akan keber­adaan Polantas yang menjaga kawasan tersebut.

“Ini yang bikin orang susah. Biasanya pengguna jalan Pan­casila ini dua arah. Sekarang sudah satu arah. Jika ada keper­luan di jalan ini harus memutar dulu ke jalan Hangtuah dan Samudera (Taplau).

Jalan yang biasa digu­nakan orang umum, sekarang sudah digunakan oleh pe­milik café Taman Palem,” Kata Febrianto.

Pengamat Transportasi Universitas Andalas, Yos Syafra mengatakan, Jalan Pancasila yang kini satu arah seharusnya tidak diambil sebagian untuk kepentingan parkir.

 “Kalaupun jalur itu dua arah kembali, area parkir menurut saya tetap tidak cocok di sana,” ujarnya.

Dia menduga, ada in­dikasi yang membuat marka di Jalan Pancasila tersebut pihak pribadi, bukan pihak Dishubkominfo. Padahal se­cara aturan, yang berhak membuat desain lalu lintas hanyalah Dishubkominfo. Untuk pelaksana di lapangan dilakukan oleh pihak ke­polisian.

“Kalau setiap orang bisa membuat marka sendiri akan parah. Misalnya, saya mem­buat marka di jalan depan rumah saya untuk parkir mobil. Dalam aturan lalu lintas, jalan umum  harus lebih mengutamakan ken­daraan umum bukan priba­di,” ungkapnya.

Selain itu, Yos juga men­cermati bahwa penetapan sistem satu arah pada Jalan Pancasila sekarang tidak tepat. Baginya, penutupan jalan seharusnya dilakukan dari timur ke barat, bukan dari barat ke timur.

“Desain satu arah seka­rang ini, selain rawan macet di titik Jalan Diponegoro dan Simpang Jalan Pancasila, tentu rawan kecelakaan pula. Ini memang harus dianalisa ulang,” pung­kasnya.

Walikota Padang, Mah­yeldi Ansharullah menye­butkan pemberlakuan jalur satu arah di Jalan pancasila tersebut atas permintaan pihak Universitas Andalas.

“Jalur satu arah di Jalan Pancasila itu yang minta pihak Unand. Apa alasannya saya lupa. Namun, ada surat permohonannya masuk ke Dishubkominfo Padang.

Nanti saya tanyakan lagi apa alasan Pihak Unand meminta jalan itu satu arah ke Kadishubkominfo,” kata Wa­li­kota Padang saat dikon­firmasi Haluan.

Ia juga mengatakan me­nge­nai ruas jalan yang digu­nakan kepentingan café, jelas sudah tidak dibenarkan lagi karena sudah mengganggu pengguna jalan umum. (h/mg-ang)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemko Padang Terima Bantuan Sembako dan Beasiswa

Selasa, 30 November 2021 | 08:50 WIB
X