Kawasan Berok Nipah Terancam Abrasi

- Jumat, 5 Agustus 2016 | 04:27 WIB

PADANG, HALUAN — Sejumlah warga di Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, mulai diliputi ketakutan dengan ancaman abrasi pantai. Pasalnya, jalan raya di sepanjang Taplau yang juga difungsikan sebagai tanggul itu, sudah mulai terkikis. Bahkan jika terjadi air pasang dan banjir rob, gelombang ombak sudah meluber ke jalan raya.

Pantauan Haluan di Berok Nipah sepanjang Kamis (4/8), sea wall dan batu grip terlihat sudah tenggelam. Ha­nya sisa puing-puingnya saja yang terlihat dan sudah ditutupi oleh karang. Disamping itu, garis pantai juga terus men­jorok ke daratan satu hingga dua meter dalam setiap tahun­nya. Kondisi ini, sudah ber­langsung sejak empat tahun belakangan.

Walaupun bangunan-ba­ngu­nan di tepi pantai Kelu­rahan Berok Nipah sudah di­robohkan untuk kelancaran pembangunan kawasan wi­sata, namun hingga kini masih ada Masjid Madinatul Mu­naw­warah yang masih berdiri.

Kondisi pondasi mesjid inipun sudah rusak akibat gerisan ombak. Dita­kutkan, dalam waktu dekat masjid ini bisa roboh karena abrasi pantai.

Tokoh masyarakat Berok Nipah, H. Asman Toni me­nga­takan, keluhan ini sebe­narnya sudah cukup lama disampaikan kepada peme­rintah daerah. Masyarakat meminta agar se­gera dipa­sangi sea wall dan batu grip yang baru.

“Kita sudah pulu­han ta­hun meminta dibangun sea wall dan batu grip di kawasan ini. Meski sudah dijanjikan, namun hing­ga sekarang tak kunjung direa­lisasikan,” kata Asman kepa­da Haluan, Ka­mis (4/8).

Jauhi Bibir Pantai

Walikota Padang, Mah­yeldi Ansharullah menga­ta­kan, Pem­ko Padang telah me­minta ban­tuan kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar dan Balai Wilayah V Sumatera untuk membangun sea wall di be­berapa titik yang sekarang ini terancam abrasi. Na­mun, itu baru bisa direa­li­sasikan pada 2017 menda­tang.

Menjelang itu, masyarakat diharapkan untuk mengambil inisiatif sendiri untuk pindah dari kediamannya di tepi pantai untuk menghindari abrasi.

“Untuk mengantisipasi abrasi dalam jangka pendek ini, kita minta kepada seluruh warga Kota Padang yang ber­mukim di tepi pantai, agar segera mencari tempat tinggal yang jauh dari bibir pantai,” imbau Mahyeldi.

“Kami sudah me­ma­suk­kan usulan agar dapat bantuan dari Dinas PSDA Sumbar, Balai Wilayah V Sumatera untuk membangun batu grip dan sea wall. Mungkin pada tahun 2017 akan dibahas. Soalnya, APBD Kota Padang tidak mencukupi untuk itu, biayanya sangat besar,” ka­tanya. (h/mg-ang)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB

Kebakaran di Lapai Padang, Enam Unit Rumah Hangus

Selasa, 21 September 2021 | 11:36 WIB

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X