Biang Banjir di Simpang Haru Diperbaiki

- Jumat, 5 Agustus 2016 | 04:30 WIB

PADANG, HALUAN — Pengerjaan perbaikan drainase dari SMKN 2 Padang hingga Yayasan Akademi Kebidanan Putri Andalas di kawasan Simpang Haru sepanjang lebih kurang 250 meter, yang selama ini diakui menjadi biang penyebab banjir, di­perkirakan akan memakan waktu hingga dua pekan ke depan.

Yudi (25), pengawas lapangan dari PT. Bima Arjuna Prakarsa kepada Haluan, Kamis (4/8) kemarin me­nga­takan, dalam pengerjaan pembuatan drainase di Simpang Haru itu, diakui terkendala pohon besar dan banyaknya kabel yang berserakan di dalam tanah.

Untuk kendala pohon besar yang banyak terdapat di lokasi, Yudi menyatakan bahwa pihaknya sudah memberikan surat terhadap dinas terkait untuk melakukan pemotongan pohon. Namun, hingga dua minggu berselang, permintaan itu tak kunjung ditanggapi.

“Kita khawatir jika pohon yang tidak memiliki akar yang kokoh, akan tumbang seperti kejadian di Jl. Veteran beberapa waktu lalu,” kata Yudi.

Pengerjaan drainase sepanjang 250 meter itu terang Yudi, di­perkirakan akan selesai dalam waktu dua minggu ke depan. Drainase yang digunakan untuk pengerjaan ini ada dua tipe, pertama ukuran 60X80 cm, dan 80X120 cm. Sehingga me­m­butuhkan drainase sebanyak dua ratus balok.

Pengerjaan perbaikan drainase itu melibatkan sebanyak 16 orang pekerja. Menurut Yudi, setiap pagi akan dilakukan pembongkaran tanah untuk drainase. Sedangkan pada malam hari sisa tanah galian akan diangkut langsung ke gudang yang terdapat di daerah Kubu Dalam Parak Karakah.

“Jika sisa tanah galian tidak di­angkut secepatnya, maka akan meng­ganggu pejalan kaki dan tentunya pengguna lalu lintas,” tutur Yudi.

Ketua RT 02 RW 03 Simpang Haru, Nofriadi SH menyebut, daerah sekitar yang terkena dampak pe­ngerjaan drainase sudah diberitahukan. Seperti sekolah SMKN 2 Padang, Yayasan Akademi Kebidanan Putri Andalas Simpang Haru, serta para pedagang di sekitar lokasi.

Menurut Nofriadi atau Uncu, daerah di sekitar memang sering terkena banjir. Nofriadi pun sangat berharap agar pengerjaan drainase cepat selesai. Agar daerah Simpang Haru tidak terkena banjir kembali. “Semoga dengan adanya pengerjaan drainase ini daerah sekitar tidak banjir lagi,” tutur Nofriadi. (h/mg-mel)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X