Prodi Gizi Unand Jalin Kerja Sama dengan Pergizi Pangan Indonesia

- Selasa, 13 September 2016 | 03:08 WIB

PADANG, HALUAN—Per­him­punan Pakar Gizi dan Pa­ng­an (Pergizi Pangan) Indo­nesia, bekerja sama dengan Pra Himpunan Mahasiswa Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas menga­dakan seminar ilmiah nasional yang bertemakan Keamanan Pangan dan Gizi Seimbang, di Padang, Sabtu (10/9).

Sehari sebelum seminar ini dilaksanakan, Pergizi Pangan juga mengadakan workshop pada Jumat (9/9) yang dihadiri oleh dosen dari berbagai pergu­ruan tinggi yang memiliki latar belakang jurusan kesehatan di daerah Sumatera Barat.

Seminar ini didukung oleh beberapa lembaga yaitu Pe­r­satuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Ikatan Ahli Kese­hatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), dan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indo­nesia (PATPI). Lebih kurang 300 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda hadir pada seminar ini. Peserta merupakan mahasiswa, dosen, guru PAUD, guru seko­lah dasar, para kader, serta masyakakat umum.

Ketua umum Persagi Pa­ng­an Indonesia, Prof Dr Ir Har­dinsyah, MS mengatakan tu­juan seminar ini diangkatkan tidak lain untuk menyampaikan bukti-bukti mutakhir tentang masalah keamanan pangan yang telah meluas terutama di negara-negara berkembang terutama di Indonesia. Ma­kanan yang aman adalah ma­ka­nan yang menye­hatkan tubuh dan bebas dari berbagai pen­yakit baik itu cemaran kimia, fisika, radiasi, ataupun mik­roba. Melalui se­minar ini, output yang diharap­kan yaitu dapat memperbaiki gizi bangsa agar lebih baik lagi serta me­n­ing­k­atnya kesadaran masya­rakat tentang pangan yang  aman.

Rangkaian acara dimulai dengan kata sambutan oleh Dr Denas Symond, MCN selaku ketua pelaksana, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas An­dalas, Defriman Djafri, SKM, MKM, PhD sekaligus mem­buka acara seminar ilmiah tersebut. Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Ketua Pergizi Pangan Indonesia, sekaligus pelantikan pengurus Pergizi Pangan Sumatera Barat.

Seminar yang terbuka un­tuk umum ini, menghadirkan tiga pembicara yaitu Ketua Pergizi Pangan Indonesia yang mempresentasikan tentang  Keamanan Pangan dan Imple­mentasinya terhadap Gizi dan Daya Saing Bangsa. Dilanjut­kan dengan materi Upaya Me­wujudkan Masyarakat Ber­prilaku Gizi oleh dr Fionaliza, MKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Ke­mu­dian ditutup dengan pem­bicara ketiga yang mem­presen­tasikan tentang Gizi Seimbang Mewujudkan Generasi Sehat Berprestasi oleh Dr Denas Symond, MCN.

Seminar ini membahas masalah keamanan pangan, penyebab terjadinya pangan tidak aman, serta resiko meng­konsumsi pangan yang tidak aman. Tidak kalah menariknya, seminar ini juga membicarakan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP). Dalam Pera­turan Menteri Ke­sehatan No. 33 Tahun 2012 dinyatakan 27 golongan BTP yang aman di­guna­kan, salah satunya adalah penguat rasa (Flavor En­han­cer), yaitu golongan bahan penyedap rasa dan aroma, contohnya asam glutamat dan garamnya (MSG).

“BTP aman digunakan se­lagi sesuai peruntukan dan pe­ng­gunaan berdasarkan regu­lasi atau konsensus lembaga yang ber­wenang disertai bukti ilmiah yang kuat,” ujar Har­dinsyah, MS.

Seminar yang diadakan ber­tahap di berbagai kota di In­do­nesia sejak tahun 2014 ini, juga memiliki misi agar ma­hasiswa terutama calon-calon sarjana gizi masa depan yang akan mengu­bah kondisi masya­rakat Indo­nesia hendaknya memiliki pe­nge­tahuan yang memadai teru­tama dari segi aspek kemanan pangan. (h/rel/eni)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X