Rp19 Miliar untuk Menara Masjid Raya

Administrator
- Selasa, 20 Desember 2016 | 01:00 WIB

PADANG, HALUAN — Be­nar kata orang tua-tua, me­bangun masjid tak kan per­nah selesai-selesainya. Ada-ada saja yang tampak untuk dilakukan penambahan pe­kerjaan. Siap bagunan yang satu, teringat pula mem­bangun yang lain.

Setidaknya, kondisi itu­lah yang tergambar dari pembangunan Masjid raya Sumbar. Meski telah meng­habiskan dana mencapai Rp256 miliar, namun masih terasa belum cukup. Ma­sih banyak bagian-bagian masjid yang belum tuntas.

Karena itu, tahun 2017 Masjid Raya Su­matera Barat mendapat penambahan anggaran sebesar Rp19 miliar dari APBD Provinsi. Anggaran tadi telah disetujui pada penetapan APBD 2017 oleh DPRD Sum­­bar beberapa wak­tu lalu.

Ketua Komisi V DPRD Sum­bar, Apris Yaman mengatakan pemanfaatan anggaran Rp19 mil­iar ini adalah untuk pem­bangu­nan menara di Masjid Raya. 

Apris menjelaskan, peren­canaan awal sebelumnya akan dibangun 4 menara. Namun kare­na anggaran minim disepakati yang akan dibangun 2017 hanya satu saja. Selain Rp19 miliar, pada tahun depan itu ada juga dana Rp24 miliar yang bersumber dari APBN untuk penyelesaian taman  dan area parkir. 

Sejak mulai dibangun tahun 2007 lalu, hingga dalam bentuk bangunan masjid sekarang,  telah menghabiskan dana mencapai Rp256 miliar.  “Sekarang pemba­ngunan fi­sik sudah selesai 90 persen lebih. Tinggal lagi parkir, dan pem­buatan taman. Kita ha­rapkan semua bisa selesai tahun depan,” kata Apris pada wartawan, Senin (19/12).

Lebih lanjut Apris mengata­kan, agar megahnya Masjid Raya benar-benar bisa dirasakan man­faatnya bagi masyarakat, ia ber­harap konsep pemeliharaan harus profesional. Untuk itu perlu dibentuk badan atau yayasan yang bisa mengelola semua keperluan masjid seperti listrik, petugas kebersihan dan sebagainya. Ter­masuk juga mengelola dana dari jamaah.

“Harapan kita Masjid Raya ke depan bisa mendukung destinasii objek wisata halal di Sumbar, jadi pengelolaannya harus jelas,” ujar Apris.

Kemudian pengelolaan Mas­jid Raya akan didorong bisa mendatangkan pemasukan di bidang ekonomi. Potensi untuk itu dinilai cukup besar. Hal itu melihat pada area Masjid Raya yang cukup luas. Menurut Apris,  area di sekitar Masjid raya bisa digunakan biro-biro perjalanan Haji yang berpotensi di sektor perekonomian.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X