Rp19 Miliar untuk Menara Masjid Raya

Administrator
- Selasa, 20 Desember 2016 | 01:00 WIB

Sebelumnya Anggota Komisi V DPRD Sumbar Hidayat menga­takan, diharapkan ke depan Mas­jid Raya memang bisa dikelola dengan profesional. Salah satu yang dimaksud dikelola dengan profesional di sini adalah, ustad dan ulama yang ditempatkan di Masjid Raya digaji secara pro­fesional. Sehingga nantinya me­reka juga bisa mengajarkan ilmu agama dengan lebih intensif dan teratur. Ini bisa mencontoh pada jenis pengelolaan masjid di tanah suci semisal Mekah dan Ma­dinah. 

“Dengan pengelolaan yang profesional, Masjid Raya bukan hanya akan menjadi tempat ber­ibadah salat dan mengaji saja. Namun juga bisa menjadi pusat pengajaran ilmu agama Islam di Sumatera Barat,” kata Hidayat.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sumbar, Guspardi Gaus beberapa waktu lalu juga me­nyampaikan hal yang sama. Menurut Guspardi saat ini pem­bangunan Masjid Raya memang belum bisa dikatakan selesai. Sesuai rencana awal masjid akan dibangun sebagai islamic centre atau pusat kegiatan agama Islam. 

Dalam hal ini akan ada ba­ngunan tambahan yang menjadi tempat untuk melaksanakan program terkait islamic centre. Gedung tersebut akan terletak di kiri kanan bangunan masjid utama. 

“Karena rencana awal akan dikembangkan sebagai islamic centre. Kita butuh pembangunan lanjutan untuk menyelesaikan masjid raya ini,” ujarnya. 

Dalam hal ini, lanjut dia Pemprov tak boleh merasa pembangunan Masjid Raya yang ada saat ini sudah selesai. Atau sudah penyempurnaan. Sebab bangunan islamic centre yang direncanakan belumlah ada.

“Diharapkan ke depan Masjid Raya Sumbar bisa sampai pada tujuan awal tersebut. Bukan hanya akan menjadi tempat beribadah, tapi juga menjadi pusat untuk banyak kegiatan keagamaan,” pungkas Guspardi. (h/len)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X