Gelombang Tinggi di Pantai Padang, Sampah Berserakan hingga ke Jalan

- Rabu, 27 Mei 2020 | 11:25 WIB

HARIANHALUAN.COM -- Gelombang besar yang terjadi pada minggu keempat Mei 2020 menyebabkan sejumlah titik di pesisir Pantai Kota Padang mengalami kerusakan, salah satunya landmark Gedung Kebudayaan Sumbar. Selain itu, akibat gelombang tinggi mengakibatkan air laut menggenangi akses jalan dan sampah berserakan.

Situasi demikian membuat para nelayan tidak bisa melaut, akibatnya beberapa nelayan mencari pekerjaan pengganti dan sebagian lagi memilih istirahat di rumah. Seorang nelayan setempat, Dodi (46) menyatakan, dirinya tidak bisa melaut jika gelombang air laut tinggi, karena akan berbahaya bagi keselamatan.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dia mencari pekerjaan sampingan agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi. "Kalau cuaca ekstrim akan beresiko jika melaut, saya mencari aman saja agar tidak terlalu mengambil resiko," katanya, Rabu (27/5/2020) pagi.

Selain itu, Lina (34) terlihat membereskan dagangannya, ia merasa khawatir jika terus berada di tepi pantai akan terjadi hal yang tidak diinginkan. "Karena ombak besar ini, orang yang beli juga jarang, saya memilih pulang saja dahulu," katanya.

Sementara itu, di dekat jembatan Merpati Tugu Perdamaian beberapa warga memanfaatkan moment ombak besar dan air laut yang keruh untuk memancing. (*)

Editor: Administrator

Terkini

X