6 Ribu Tenaga Kerja di Padang Kena PHK, Paling Banyak Lulusan Sarjana

- Jumat, 21 Agustus 2020 | 06:06 WIB

HARIANHALUAN.COM - Jika mahasiswa bisa didisiplinkan dalam mematuhi protokoler kesehatan, kuliah daring bisa ditinggalkan dan kuliah tatap muka bisa dilakukan seperti sebelum Pandemik Covid-19.

Hal itu diungkapkan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah saat Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Perpanjangan PNP dengan PT. Trakindo Utama di Rumah Dinas Walikota Padang, Jln. A. Yani nomor 11 Padang, baru-baru ini.

Menurut Mahyeldi, sejauh ini Sumbar cukup terkendali dalam menangani Covid-19, terbukti tak ada satu kasus positif pun yang menimpa mereka yang bisa mengendalikan diri. Tim Covid-19 juga bertindak cepat begitu pasien terdeteksi.

"Contohnya dalam kasus terkonfirmasi positif di bank dan BUMN di Kota Padang baru-baru ini," beber Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, perguruan tinggi yang didominasi oleh mahasiswa orangnya dinilai logis atau lebih mengutamakan penggunaan logika, tidak sama dengan siswa SD atau SMP. Jadi jangan sampai mahasiswa tak kuliah dan tak beraktifitas karena kalah oleh serangan Covid-19.

"Bahkan kita berharap dalam waktu dekat beberapa sekolah bisa dibuka seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan," harap Mahyeldi.

Dilaporkan Walikota, saat ini 6.000 orang tenaga kerja Kota Padang mengalami PHK dan kehilangan pekerjaan akibat Covid-19. Terbanyak di antaranya adalah lulusan sarjana yang mengalami PHK di tempat kerja mereka.

"Dapat dikatakan, Padang adalah kota yang paling tinggi terdampak Covid-19, akibatnya tingkat pengangguran dan kemiskinan kian meningkat, sementara usaha pertambangan dan hal lainnya tak memberikan pengaruh," keluhnya. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Lalu Lintas di Padang Lengang Saat PPKM Darurat

Jumat, 23 Juli 2021 | 18:51 WIB
X