Kredit Toko Lunas tapi Sertifikat Hangus, Pedagang Atom Shopping Center Ngadu ke Andre Rosiade

- Selasa, 25 Agustus 2020 | 08:34 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade berdialog dengan para pelaku usaha di Kota Padang, Minggu (23/8) malam di Atom Shopping Center. Di antaranya adalah para pemilik toko di Atom Shopping Center (ASC) Pasar Raya Padang, pedagang di Sentral Pasar Rara (SPR) dan Forum UMKM Sumbar.

Ditemani Ketua DPRD Padang Syafrial Kani, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Mastilizal Aye, Anggota Fraksi Gerindra Budi Syahrial, Andre menerima keluhan dari para pedagang yang merasa kurang mendapat perhatian dari Pemko Padang. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 ini, usaha mereka juga terhadang oleh berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada mereka.

Tokoh pedagang ASC Dt Jamalus menyebutkan, sudah 46 tahun mereka menunggu mendapatkan sertifikat bangunan yang mereka huni itu. Namun, tiba-tiba saja terdengar kabar, pemilik lama “menyerahkan” kepada Pemko Padang. “Sudah 5 wali kota. Baru kali ini yang mengaku Atom Center Pemko punya. Kami sudah dizalimi oleh Pemko Padang,” kata Jamalus.

Pedagang Atom Center Ucok meminta masalah ini segera diselesaikan. Karena, ratusan pedagang telah membeli bangunan toko kepada pemilik sertifikat awal PT Family Raya atas nama Sumadi Gunawan. “Tapi hak milik kami hilang. Karena toko diserahkan pemilik lama ke Pemko. Ini tidak adil,” katanya.

Abu, pedagang lainnya mengaku sudah berdagang di lokasi itu sejak 1975. Katanya, dulu pasar itu dibangun di atas hak milik Sumadi Gunawan. Bahkan, sebagian pedagang sudah melunasi kredit dari Bank Dagang Negara (BDN) pada tahun 1979..

“Namun dalam perjalanan, apa yang kami diharapkan tidak pernah kami dapatkan, hak kepemilikan. Ini tempat bukan disewa, tapi dibeli langsung kepada pemilik. Kami sudah memintakan solusinya berkoordinasi dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Padang. Tapi belum kami dapatkan, ini sangat meresahkan. Apalagi sertifikat induk belum dipecah masih atas nama Sumadi. Seharusnya sudah dipecah sejak 1979,” katanya.

Dia ingin, kedatangan Andre Rosiade dengan tim membawa angin segar untuk memberikan kejelasan hak kepada pedagang. “Semoga bisa balik nama hak milik ke pedagang, bukan ke Pemko Padang,” katanya.

Tokoh lainnya, Nazar Tanjung yang biasa disebut Aciak mengaku pernah difasilitasi BPN Padang, karena mereka tak ingin  bersengketa. Pemko Padang pernah mengajukan pensertifikatan ke BPN, tapi ditolak.

“Kami juga pernah bicara kepada pengacara Sumadi Gunawan, katanya sudah diserahkan ke Pemko Padang tiga tahun lalu. Anehnya, kenapa kami tidak diikutsertakan? Ini penzaliman namanya. Bahkan pengacara menantang  adukan ke jalur hukum. Kami ingin pak Andre membantu ibaratnya menarik rambut dalam tepung. Rambut tidak putus, tepung tidak berserak,” kata mantan Lurah Batang Arau ini.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wako Padang Hendri Septa Dikunjungi MUI Kota Makassar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:52 WIB

Petani di Padang Kesulitan Dapat Pupuk Subsidi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:15 WIB

RSUD Rasidin Sediakan Food Box Bagi Penunggu Pasien

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:07 WIB

Camat Padang Selatan Optimis Lampaui Target Vaksinasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Terpopuler

X