Begini Tanggapan LBH Soal Rawan Aksi Premanisme di Padang

- Minggu, 25 Juli 2021 | 18:54 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Lembaga Badan Hukum (LBH) Padang menyebutkan terkait premanisme dan pungli lebih berbasis kepada laporan atau fakta yang terjadi di lapangan. LBH tidak langsung melalukan kajian terhadap hal tersebut.

"Menariknya kasus (premanisme dan pungli, red) ini, penting dipraktisi terutama tentang masalah penegak hukum. Karena kalau ada "barang" yang viral pasti ada pejabat yang respon, jadi sifatnya sangat momentual. Ini cukup disesalkan," kata LBH Padang, Aulia Rizal.

Baca Juga: Kasus Premanisme Viral, Ini Kata Pihak PT SP

Menurut Aulia, premanisme dan pungli bisa saja terjadi dalam waktu setiap hari. Selama pihaknya melakukan pendampingan, klien pernah membeberkan bahwa ada pejabat di lapas yang memintai uang kepada narapidana yang akan dipindahkan ke LPSK.

"Pejabat itu memintai uang sekitar Rp300 ribu. Itu yang kami dalami dengan mendatangi pejabat tersebut tapi beliau mengelak. Klien kami mendapatkan intimidasi dengan ditatap begitu tajam," ungkap Aulia.

Baca Juga: Polda Sumbar: Tak Ada Ruang untuk Premanisme di Sumbar

Melihat kasus itu, Aulia menyimpulkan, bahwa pungli tidak hanya terjadi pada lapisan masyarakat saja tetapi juga terjadi diinstansi

"Kalau di lapisan masyarakat misalnya yang seperti dialami para sopir truk, itu salah satu model. Belum lagi di kampus, sering ditemukan pungutan, pemerasan. Begitu juga di lapangan seperti parkir," ujar Aulia.

Namun kata Aulia, pungli yang terjadi lingkungan kampus, hingga parkir masih banyak kategori level kecil karena nilainya Rp2.000 hingga Rp10.000.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Terkini

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X