Pemko Padang Gunakan Alat Perangkap untuk Kendalikan Masalah Sampah

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:45 WIB
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke depannya akan menggunakan alat perangkap untuk mengurangi masalah sampah di Kota Padang.
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke depannya akan menggunakan alat perangkap untuk mengurangi masalah sampah di Kota Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke depannya akan menggunakan alat perangkap untuk mengurangi masalah sampah di Kota Padang. Alat perangkap sampah ini merupakan bantuan dari salah satu Non Government Organisation (NGO) yakni PANGEA Movement, organisasi dunia yang berbasis di Amerika Serikat.

Bantuan berupa sebuah perangkap sampah itu pun diserahterimakan oleh Chief Operating Officer PANGEA Movement, William Diricco beserta tim kepada Wali Kota Padang Hendri Septa di saluran terbuka Sungai Jalan Banda Bakali, Gang Sentosa, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Jumat (30/7/2021).

Wali Kota Padang dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang ia mengucapkan terima kasih banyak kepada PANGEA Movement dan pihak yang terlibat dalam pemberian bantuan perangkap sampah tersebut.

"Bantuan ini sangat penting bagi kita untuk mengurangi timbulan sampah khususnya sampah plastik di muara sungai menuju Pantai Padang. Alhamdulillah, Kota Padang merupakan kota yang pertama setelah Bali menerima bantuan ini," katanya.

Wako Hendri Septa juga menyebut masyarakat yang tinggal di sepanjang hulu hingga hilir berperan penting dalam upaya pengurangan sampah di Kota Padang.

"Kita selalu mengedukasi atau merubah mindset masyarakat dari buang sampah menjadi kelola dan pilah sampah. Semoga hal ini dapat dilakukan seluruh warga Kota Padang. Sehingga dengan itu Padang akan selalu menjadi kota yang bersih, asri dan nyaman. Hal ini tentu bisa menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke sini tentunya," tutur Hendri.

Pada kesempatan yang sama Kepala DLH Padang, Mairizon menyebutkan bantuan perangkap sampah dari PANGEA Movement tersebut untuk tahap awal telah diterima di dua titik saluran terbuka.

"Hal ini sesuai dengan harapan kita bagaimana sampah dari hulu yang terlanjur sampai ke hilir atau saluran terbuka tidak sampai ke laut. Target dari NGO ini adalah bagaimana laut itu bersih dari sampah," sebutnya.

Marizon pun mengatakan saat ini pihaknya telah memasang kubus apung di Banjir Kanal Banda Bakali. Namun kondisinya sangat terbatas, karena hanya terdapat satu titik yang bisa dijadikan tempat penyekatan sampah-sampah dari hulu.

"Untuk pengambilan sampah yang tersekat di perangkap sampah saluran terbuka ini sama konsepnya dengan kubus apung. Setelah terkumpul petugas kita yang standbye di sini akan mengangkutnya menuju tempat penampungan sementara (TPS)/kontainer. Setelah itu baru dibawa ke tempat penampungan akhir (TPA) sampah di Air Dingin," jelas Mairizon.(*)

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Terkini

Hendri Septa Usulkan Sejumlah Nama Pj Sekda Kota Padang

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X