Pembangunan Pertokoan di Pasar Lubuk Buaya Sudah Berjalan 15 Persen

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 01:25 WIB
Walikota Padang Hendri Septa saat meninjau progres pengerjaan lanjutan pembangunan pertokoan Pasar Lubuk Buaya.
Walikota Padang Hendri Septa saat meninjau progres pengerjaan lanjutan pembangunan pertokoan Pasar Lubuk Buaya.

PADANG, HARIANHALUAN.COM- Pemerintah Kota Padang terus mengupayakan kemajuan di sektor perdagangan. Penataan dan pembangunan pun dilakukan, salah satunya di Pasar Lubuk Buaya.

Pasar kebanggan warga Kecamatan Koto Tangah itu akan dibuat lebih representatif lagi. Hal tersebut diungkapkan Walikota Padang Hendri Septa saat meninjau progres pengerjaan lanjutan pembangunan pertokoan Pasar Lubuk Buaya Bagian Selatan, Kamis (5/8/2021).

"Alhamdulillah ya saat ini pengerjaan pembangunan pertokoan tersebut sudah berjalan sekitar 15 persen, dan diperkirakan bisa selesai akhir tahun ini dengan memakan anggaran Rp9,1 miliar bersumber dari APBD Kota Padang," kata Hendri.

Peninjauan itu juga diikuti Kajari Padang Ranu Subroto. Sementara kepala OPD yang mendampingi walikota diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Endrizal, Kadis Perdagangan Andree Algamar, Kepala DPRKP Tri Hadyanto, Kabag Administrasi Pembangunan dan Perencanaan Yuska Libra Fortunan serta Kabag Prokopim Amrizal Rengganis, Camat Koto Tangah Junie Nursyamza dan elemen terkait lainnya.

Hendri menjelaskan akan ada beberapa kios bertingkat yang dibangun nantinya disertai tempat parkir. Dengan upaya ini Pasar Lubuk Buaya menjadi lebih kondusif lagi dan diharapkan mampu mengangkat roda perekonomian warga.

Di sisi lain dia juga memikirkan pengaturan bagi para pedagang Pasar Lubuk Buaya yang berjualan berjualan di lantai bawah dan lantai atas (dalam gedung). Hal ini ia tuturkan setelah menerima aspirasi pedagang yang berjualan di lantai atas.

"Kondisi ini memberikan polemik sejauh ini dan akan segera kita perbaiki. Ini dikarenakan pedagang sering mengeluh karena pengunjung cenderung membeli kebutuhannya di lantai bawah saja, sementara yang di lantai atas jarang yang mengunjungi," cetus dia.

Mengatasi masalah itu, Hendri meminta Dinas Perdagangan melakukan pengaturan kembali sebaik mungkin.

"Bisa saja pedagang yang berjualan di lantai atas itu disamakan apa yang dijualnya. Sementara yang berjualan di lantai bawah dagangannya pun harus berbeda dari dagangan pedagang yang berjualan di lantai atas," katanya.

Halaman:

Editor: Endrik Ahmad Iqbal

Terkini

Terminal Anak Air Padang Siap Diuji Coba

Senin, 27 September 2021 | 18:59 WIB

Perumda AM Padang Buka Pendaftaran MBR 2022

Minggu, 26 September 2021 | 07:28 WIB

Kemenko Marves Segera Siapkan DED TPA Aia Dingin Padang

Sabtu, 25 September 2021 | 12:30 WIB

Berkebun, LBH Padang Usung Konsep Urban Farming

Kamis, 23 September 2021 | 16:46 WIB

8.000 Penerima Bansos di Padang Sudah Divaksin

Kamis, 23 September 2021 | 14:40 WIB
X