Sektor Perhotelan di Bukittinggi yang Kian Lesu Sempat Terbantu Program BLT

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 02:22 WIB
Jam Gadang Ikon wisata di Bukittinggi (Jefli)
Jam Gadang Ikon wisata di Bukittinggi (Jefli)

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Lesunya kunjungan ke kota Wisata Bukittinggi membuat pengusaha kepariwisataan kewalahan, terutama sektor perhotelan. Bagaimana tidak, konsumen sektor pariwisata di Bukittinggi umumnya didominasi wisatawan Nusantara (Wisnu) maupun Wisatawan Mancanegara (Wisman).

Lebih buruk dari pengusaha restoran, pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) lebih banyak mengeluh semenjak pandemi Covid-19 melanda.

Dengan adanya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap hotel-hotel yang terdampak pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu seakan menjadi angin segar bagi pengusaha perhotelan.

Baca Juga: Jumat Malam, Martias Wanto Resmi Menjabat Sekda Kota Bukittinggi

BLT berasal dari program dari Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). 

Taufiq Hidayat, S.E, selaku Ketua PHRI Bukittinggi menjelaskan kepada Harianhaluan.com, Jumat (8/10/2021), BLT tersebut dapat melegakan beban pengusaha hotel dan karyawan. 

Pasalnya, dengan BLT tersebut mampu meringankan beban hotel-hotel yang sudah kewalahan menanggulangi biaya operasional.

"Ketika itu, pemasukan hotel-hotel hanya mengandalkan dari seminar dan pertemuan saja," tuturnya.

Berbeda dengan restoran. Menurutnya restoran di Bukittinggi tidak terdampak sebesar hotel. Alasannya, karena sektor kuliner di Bukittinggi tidak hanya diminati oleh wisatawan, namun juga ramai dikunjungi oleh warga lokal.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Solsel Susun Masterplan Geopark Menuju Nasional

Jumat, 27 Mei 2022 | 22:20 WIB
X