Melirik 42 Item Cagar Budaya Bersejarah di Bukittinggi

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:58 WIB
Jam Gadang Bukittinggi (Vesco)
Jam Gadang Bukittinggi (Vesco)

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Bukittinggi adalah kota yang memiliki sejarah panjang, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Dengan kekayaan sejarah yang dimilikinya, Bukittinggi juga tidak lepas dari kekayaan benda Cagar Budaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, melalui Kepala Seksi (Kasi) Cagar Budaya, Fahri, S.S mengungkapkan, Bukittinggi memiliki 42 benda atau bangunan Cagar Budaya menurut Perwako tahun 2012 dan akan menambahkan 11 benda atau bangunan Cagar Budaya Baru yang pendataan sudah dimulai semanjak 2018-2019.

42 Cagar Budaya tersebut adalah Benteng Fort de Kock, Gua Jepang Panorama, Jam Gadang, Hotel Centrum, Istana Bung Hatta, Gereja Katolik, Gereja Protestan, Rumah Eks Kepala Stasiun, SMP N 1, Eks SMP 2 (kini SMP N 4).

SD N 07 Teladan, Studio Foto Agam, Villa Oepang-Oepang, Rumah Keluarga Amiroeddin, Rumah atau Salon Jalan M Syafei, Rumah Keluarga Dr.Erman (kini Rumah Sakit Madina), Toko Siluman Silungkang, Wisma Anggrek, Eks Bank BNI 46, Toko Souvenir (CK Center), Villa Merdeka, Rumah Dinas Peternakan, Rumah Kelahiran Bung Hatta, Eks LP Bukittinggi.

Selanjutnya ada Cerobong asap (kini Kantor Lurah Campago Ipuh), Polres Bukittinggi, SMA N 2 (dulu Kwekschool atau Sekolah Raja), Denzibang 5/1 Bukit Barisan, Makam Tuanku Syeikh Imam Jirek, Masjid Jami’ Surau Gadang, Rumah Adat Engku Palo, Rumah Tinggal jalan Mandiangin no 38, Rumah Tinggal jalan Mandiangin no 22,.

Rumah Tinggal di jalan Veteran no 97, Kantor Disdikbud, Tugu Peringatan Manggopoh, Komplek Kodim 0304/Agam, Batu Kurai Limo Jorong, Rumah Tinggal di Jalan A Rivai 40/48 ,Rumah Tinggal di Jalan A Rivai 8, Eks Akademi Perawat, LKAAM Agam (kini kampus ITB-HAS), Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Wisma Cipta Sari (kini Puri Kartika).

“Untuk yang 11 itu adalah sembilan buah meriam yang terdapat di Benteng Fort de Kock dan dua buah kotak pos yang berada di Kantor Pos Bukittinggi,” tuturnya kepada Harianhaluan.com, Kamis (14/10/2021).

Ia menuturkan, untuk sebuah benda bisa ditetapkan sebagai Cagar Budaya adalah dengan kriteria Berusia 50 tahun atau lebih, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

“Penetapan status cagar budaya adalah sebuah penghargaan yang diberikan Negara kepada situs, benda atau objek yang memiliki nilai yang tampak maupun tak tampak. Kita bisa melihat apa yang membuat objek tersebut menjadi berharga, apa cerita yang terkandung dibaliknya dan apa yang membuat benda itu berarti bagi masyarakat,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

6 Pilihan Tempat Wisata yang Aman saat Pandemi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:25 WIB
X