Kejari Riau Perintahkan Tangkap Tahan

- Kamis, 22 Januari 2015 | 19:17 WIB

“Ya, mulai hari ini (kema­rin), perintah tangkap dan tahan terhadap tersangka TN sudah dikeluarkan. Kita lang­sung memburu keberadaan tersangka,” tegas Hendar, pang­gilan akrab jaksa muda itu.

Dikatakan Hendar, TN sudah tiga kali dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi retribusi Terminal Barang Dishub Dumai. Hanya saja yang bersangkutan tak menun­jukkan itikad baik, sehingga perlu dikeluarkan surat tang­kap dan tahan tersebut.

“Panggilan untuk TN da­lam kapasitas sebagai ter­sangka sudah tiga kali kita layangkan. Namun, yang ber­sang­kutan tak kooperatif, se­hing­ga perlu dilakukan pe­nang­kapan dan penahanan,” bebernya.

Menurutnya, ada tiga fak­tor seorang tersangka dilaku­kan penahanan. Yakni, ter­sangka dikuatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, serta mengulangi per­buatannya.

Pihaknya pun sudah me­nelusuri keberadaan tersangka di Dumai, termasuk men­datangi rumah TN dan kantor tempat yang ber­sangkutan berdinas.

“Saat kita cek ke rumahnya, memang sudah tak diketahui lagi keberadaan TN. Status rumah tersebut juga bukan milik dia lagi. Begitu juga saat kita telusuri ke tempatnya bekerja. Menurut atasannya, TN sudah tak pernah masuk kantor. Jabatan juga struk­turalnya sudah dicopot, na­mun ia masih memakai kendaraan dinas kantor,” beber Hendar.

Kemungkinan TN mela­rikan diri ke kampung hala­mannya di Aceh, ia mene­gaskan hal tersebut juga tengah ditelusuri. Intinya, kata Hen­dar, mulai kemarin tersangka TN sudah diburu jaksa. Se­men­tara itu, dua orang ter­sangka lainnya yakni TI dan AC sudah siap pemberkasan. Tinggal pelimpahan ke Penga­dilan Tipikor Pekanbaru.

“Tersangka TI dan AC memang tidak kita tahan, karena mereka kooperatif dan selalu memenuhi panggilan penyidik tepat waktu,” jelas­nya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

6 Pilihan Tempat Wisata yang Aman saat Pandemi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:25 WIB
X