Dihalau Memberikan Perlawanan

- Jumat, 13 Februari 2015 | 19:37 WIB

"Rombongannya banyak, lebih 30 ekor. Dalam 2 bulan ini, sudah tiga kali gajah masuk ke kampung kami," ujar Krani (sekdes) Olak, H. Gustami, Jum'at (13/2).

Dijelaskannya, saat gajah masuk ke kampung, keresahan warga muncul, dan semua keluar dari rumah, karena hawatir gajah mengganggu rumah, jika hal itu terjadi maka nyawa mereka terancam.

"Kami keluar dari rumah mas, mencoba mengusir, ra­mai-ramai coba mengusir ga­jah agar kembali ke habitatnya. Biasanya kami usir meng­gunakan petasan rombongan gajah mau pergi, malam tadi (kemaren) gajah melakukan perlawanan, malah mendekati kami, kami kocar-kacir lari," terangnya.

Iya juga menceritakan hal yang dialami tetangganya saat dikebun, tanpa disadari gajah muncul hanya beberapa meter dari posisinya bekerja, me­rasak kaget dan takut, orang itu pingsan. Saat terbangun, kebun sawit di sekelilingnya sudah habis.

"Sekarang rombongan ga­jah sudah pergi dari desa kami, kabarnya masuk ke desa Ben­cah Umbai," terangnya.

Camat Sungai Mandau, Irwan Kurniawan mem­benar­kan adanya kejadian itu, infor­masi dari masyarakat, rute yang dilalui gajah setiap tahun sama, dalam satu tahun gajah datang sampai lima kali. Dan dua bulan terakhir ini lebih sering, sudah 3 kali menyisiri 6 desa yang ada di Kecamatan Sungai Mandau.

"Rombongan gajah itu se­karang lebih ganas, tidak mau dilahau dengan cara tra­disio­nal, biasanya mau pergi diusir de­ngan petasan, dan kemaren warga mendapat perlawanan, hal ini membahayakan ke­sela­mat­an masyarakat," terang Camat.

Menurut Camat, ke­mung­kinan gajah itu berjalan ke perkampungan karena habitat­nya sudah rusak, tidak ada lagi tempat yang dirasa nyaman untuk bertahan hidup dan mencari makan bagi gajah. Ia berharap, BKSDA bisa me­lakukan tindakan serius, me­ngop­timalkan hutan kon­ser­vasi bagi habitat gajah.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Taman Niaga Batam Jadi Kampung Tangguh Narkoba

Minggu, 20 Juni 2021 | 20:27 WIB
X