Dihalau Memberikan Perlawanan

- Jumat, 13 Februari 2015 | 19:37 WIB

Sebagaimana diketahui bersama, tidak sampai 20 % wilayah kecamatan Sungai Mandau yang bebas dari areal perizinan perusahaan per­kebunan. Bahkan, sebagian besar pemukiman masyarakat masuk ke areal perizinan peru­sahaan perkebunan. Hal ini menggambarkan, hutan alam tempat gajah bertahan hidup makin menyempit.

"Saya sudah beberapa kali menyurati BKSDA, meminta tindakan penyelamatan gajah agar tidak lagi masuk ke per­kampungan," kata Irwan Kur­niawan.

Selain itu, Camat juga me­ng­himbau kepada masyarakat agar tidak mengganggu ke­se­lamatan gajah. Mengusir gajah yang masuk ke kampung de­ngan cara halus, jangan sampai melukai. "Gajah juga maluk hidup yang butuh per­lindung­an, punya hak untuk hidup. Tidak mungkin gajah masuk ke kampung jika habitatnya tidak diganggu," ujarnya. (hr/zul)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

20 Destinasi Wisata di Jawa Mulai Dibuka Tahap Ujicoba

Senin, 13 September 2021 | 17:56 WIB

Water Front City Sukses Dikelola Desa Rambai

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:01 WIB

Bupati Alfedri: Ayo Vote Siak The Truly Malay

Sabtu, 7 Agustus 2021 | 03:35 WIB
X