Penggunaan Mata Uang Asing Marak di Lagoi

Administrator
- Minggu, 22 Februari 2015 | 18:33 WIB

“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, pemerintah daerah juga bisa disalahkan terkait dengan penggunaan mata uang asing tersebut di Lagoi. Oleh karena itu, pemda melalui instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus turun dan mengecek transaksi tersebut, jangan dibiarkan sampai berlarut-larut yang tentunya akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Bintan,” kata Agustinus kemarin.

Lebih lanjut politisi dari Partai Genrindra ini mengatakan, seperti halnya disejumlah resort maupun hotel di Lagoi dan kawasan lain di Bintan masih ada yang menggunakan tarif penginapan berdasarkan dolar. Sehingga hal tersebut sudah menyalahi aturan dan harus disikapi. Karena kata dia, dengan tarif tersebut sudah pasti tidak ada nilai tukar uang dari dolar terhadap rupiah, sehingga pihak hotel menjual harga kamar berdasarkan tarif dolar. Kondiisi seperti ini sebelumnya juga pernah dilihat pada beberapa warung makanan yang berjualan di jalan lintas barat dan gesek, yang pernah membuat tarif harga makanan dengan tarif dolar.

“Kalau pemda membuat kebijakan sesuai dengan aturan, tarif tersebut boleh dibuat dolar, namun dibawahnya juga dibuat harga rate, sehingga konsumen maupun pengunjung bisa mengetahui harga sebenarnya dalam rupiah,” katanya. Kalau transaksi penggunaan mata uang asing di Lagoi masih terus dilakukan, maka imbuh Agustinus, Bintan tidak bisa bersaing. Karena kondusifnya suatu daerah itu tergantung dari aspek ekonominya.

Kalau pemda tidak mendukung dolar, maka di suatu rumah makan, restoran maupun hotel/resort yang masih menggunakan tarif dolar harus segera dibuat rate-nya dalam bentuk rupiah. Karena hal ini memudahkan pengunjung yang berasal dari dalam mengetahui berapa jumlah harga tersebut. “Seperti di kawasan Lagoi yang merupakan wilayah berikat selama ini kita tidak mengetahui sistim aturannya apakah daerah tersebut memang ada dua pemerintahan atau satu. Oleh karena itu, seharusnya di setiap hotel maupun resort kawasan Lagoi ditempatkan satu tempet penukaran uang atau money changer. Karena dengan adanya tempat ini, maka transaksi akan mudah terkontrol dan PAD di Bintan akan bertambah,” imbuh Agustinus. (hk)

Editor: Administrator

Terkini

HOSHINOYA Bali Kenalkan Sensasi Jepang di Resor Mewah

Rabu, 17 November 2021 | 20:33 WIB

20 Tempat Wisata Sumbar yang Lagi Hits 2021

Rabu, 17 November 2021 | 18:34 WIB

10 Wisata Sumbar yang Buka dan Bisa Dikunjungi

Rabu, 17 November 2021 | 11:32 WIB

50 Tempat Wisata Sumbar Terbaru yang Wajib Dikunjungi

Selasa, 16 November 2021 | 20:04 WIB

34 Juta Tenaga Kerja Parekraf Terdampak Pandemi

Rabu, 10 November 2021 | 08:20 WIB
X