Riau Siapkan Hujan Buatan

- Selasa, 24 Februari 2015 | 19:44 WIB

Memburuknya kondisi cu­a­ca di Dumai, dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Tengku Izmet. Me­nurut­nya, sejak beberapa hari belakangan, Karhutla yang terjadi di beberapa Kecamatan di Kota Dumai sudah sangat luas.

“Lahan tersebut tidak sel­uruhnya merupakan lahan kosong, namun ada juga kebun sawit yang terbakar sehingga muncullah kabut asap,” te­rangnya, Selasa (24/2).

Guna mengatasinya, Pem­prov Riau bersama pemerintah pusat, telah menyepakati mem­buat hujan buatan (TMC) mulai 1 Maret mendatang. Untuk proses ini, diperlukan sebanyak 68 ton garam untuk disebarkan di udara. Nantinya, penyebaran garam akan be­kerja sama dengan TNI AU menggunakan pesawat her­cules CN 295 dan pesawat Cassa 212. Sejauh ini, BNPB telah mengajukan per­mo­ho­nan kepada Panglima TNI.

Sedangkan untuk garam, saat ini sudah tersedia se­banyak 25 ton di Lanud Roes­man Nurjadin. Sementara sisa­nya akan kembali di­datangkan.

“Permohonan hujan buatan sudah kita ajukan, dengan me­nerbitkan Surat Keputusan Gubernur tentang Siaga darurat Karhutla di dua daerah, yakni di Bengkalis dan Pelalawan. Kita sepakat untuk melakukan hujan buatan awal Maret nanti. Bisa diperpanjang hingga 60 hari ke depan,” terang Plt Gubernur Riau, Arsyad­julian­di Rachman, usai rapat Selasa kemarin.

Sementara itu, Direktur Pe­nanganan Darurat, J Tam­bunan, mengatakan, ber­dasar­kan penga­matan cuaca dari BMKG, cuaca di Riau pada Maret dan April diprediksi di bawah normal. Sehingga harus dilakukan hujan buatan di daerah Riau.

“Kita akan segera men­yurati Panglima TNI sebagai dasar untuk meminta bantuan pesawat yang dibutuhkan. Hu­jan buatan dilaksanakn selama satu bulan untuk membasahi wilayah Riau yang gambut, sehingga potensi terjadi ke­bakaran diwilayah gambut bisa dihindari,” terangnya.

Ketika disinggung berapa anggaran yahg sudah di­siapkan pemerintah pusat dalam me­nangani karhutla di Riau, J Tambunan mengatakan, di­per­kirakan bisa mencapai pu­luhan miliar. Untuk membuat hujan buatan estimasinya men­capai Rp16 miliar. Sedangkan sisanya digunakan untuk pe­nanganan Karhutla yang lain.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

NDC Unand Pacu Kemajuan Kepariwisataan sungai Pinang

Selasa, 28 September 2021 | 02:34 WIB

20 Destinasi Wisata di Jawa Mulai Dibuka Tahap Ujicoba

Senin, 13 September 2021 | 17:56 WIB

Water Front City Sukses Dikelola Desa Rambai

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:01 WIB
X