Kabut Asap Makin Merajalela di Riau

- Minggu, 1 Maret 2015 | 19:08 WIB

Tidak hanya itu, kabut asap yang tebal juga menge­pung rumah warga di seki­tar­nya. Kondisi serupa juga tam­pak di sejumlah areal perkan­toran lain seperti Kan­tor Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Meranti.

Menurut informasi, Kar­hutla itu terjadi sekitar pulul 12.00 WIB. Api pertama kali terlihat berasal dari Jalan Pelajar SMA 3 Selatpanjang. Akibat panas dan angin yang bertiup kencang, api dengan mudah melahap semak belu­kar yang tidak jauh dari kom­pleks Kantor Bupati Meranti yang berada di Jalan Dorak.

Dari pantauan lapangan, petugas dibantu masyarakat, tampak kesu­litan mema­dam­kan api. Salah satu penye­babnya adalah sumber air yang sangat jauh. Petugas harus mengam­bil air dari kolam telaga bening yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari lokasi. Tak hanya, mobil pemadam kebakaran yang tersedia hanya dua unit. Ke­dua mobil itulah yang terus berupaya mema­damkan api. Pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, api baru bisa dikuasai.

Menyikapi hal itu, Kadis PU Meranti Ardhahni yang membawahi Damkar, me­minta masyarakat Me­ran­ti tetap waspada dan siap siaga meng­hadapi Karhutla. “Jika dite­mukan, sekiranya lang­sung dila­porkan agar petugas kita bisa mela­kukan pema­daman sece­patnya,” ujarnya.

Bermunculan

Sementara itu, hingga Minggu sore kemarin, titik api baru terus bermunculan di Pulau Rupat dan Bengkalis. Menurut Kepala Pelak­sana BPBD Damkar Kabupaten Bengkalis melalui Kabid Dam­kar, Suiswanto menga­takan, api berpo­tensi mem­besar karena tidak adanya sumber air untuk mema­damkan api.

Di Rupat, kata pria yang akrab disapa Suis ini, keba­karan terjadi di daerah Parit Empang perbatasan Rupat Utara dan Rupat Selatan. Se­mentara di Bengkalis terja­di di Pang­kalan Batang Ke­camatan Bengkalis.

Operasi pemadaman me­nu­rut Suis tetap dilakukan oleh masyarakat setempat dibantu dengan petugas damkar walau dengan kondisi kesu­litan air. “Petugas di lapangan berusaha untuk melokalisir agar kebakaran tidak meluas,” katanya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

6 Pilihan Tempat Wisata yang Aman saat Pandemi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:25 WIB
X