Pengelola Gudang Bahan Makanan Langgar Aturan

- Kamis, 12 Maret 2015 | 19:05 WIB

Dikatakan Azwendi, usaha besar banyak yang lalai dan terkesan dibiarkan ini perlu dipertanyakan. Karena ada dugaan usaha berskala besar dibiarkan dan seolah BPT-PM tutup mata. “Banyak kita jum­pai, se­perti gudang-gudang sembako dan lainnya, yang ada di bebe­rapa titik jalan di Kota Bertuah ini. Kita katakan bu­kan asal bicara, namun ini terbukti dari hasil Sidak kita kemarin. Ba­nyak gudang besar yang belum punya izin. Kon­trol BPT-PM sangat lemah, kenapa ini bisa terjadi,” tegas­nya.

Politisi Demokrat ini me­nya­yangkan kinerja BPT-PM tersebut hanya mengurus izin-izin usaha kecil seperti warung, kedai kopi yang nilai PAD-nya minim. Padahal kata Politisi dari Partai Demokrat ini, jika mau dikerjakan profesional, ratusan gudang besar dipas­tikan tidak mengantongi izin resmi. Baik itu makanan, minu­man dan bahan bangunan lain­nya.

“Izin yang kita sebut ini, seperti izin HO, Banyak pe­ngu­saha hanya mengurus izin usaha hanya kedok pertama. Misalnya ada nilai per meter dari usaha dalam luas, namub ketika kita cek pengusaha memanfaatkan berkali-kali lipat tanpa dikenao retribusi dan sebainya,”ujarnya.

Dicontohkan Azwendi, se­per­ti gudang di kawasan Ca­mat Payung Sekaki, Rumbai, Pa­nam. Sebanyak itu gudang dengan skala besar, namun diyakini banyak melanggar. “Setahu kita pemerintah jarang melakukan pengecekan, se­hing­ga besar kemungkinan PAD bocor. Padahal potensi PAD-nya sangat besar,” tegas­nya.

Maka dari itu kata Az­wendi, perlu bagi instansi (BPT-PM) ini untuk mela­kukan eva­luasi dan ketegasan. “Di mata hukum (Perda dan seting­kat­nya) sama dalam penegakan aturan. Mau usaha kecil atau besar. Tapi kondisi sekarang, kenapa selalu usaha kecil yang dijadikan target,” sebutnya.

Terjadinya kondisi ini di­akui Azwendi karena kewe­nangan BPT-PM sangat luas. Dikhawatirkan dimanfaatkan oknum yang tak bertanggung jawab. (hr)

Editor: Administrator

Terkini

Taman Niaga Batam Jadi Kampung Tangguh Narkoba

Minggu, 20 Juni 2021 | 20:27 WIB
X