DPO Kasus Pembunuhan Bersembunyi di Solok

- Kamis, 12 Maret 2015 | 19:06 WIB

Dijelaskan Franky, setelah otak pelaku pembunuhan, Ade Irawan Saputra alias Bocet (25) dan rekannya, Hijrah Saputra alias Dait (27) ditang­kap, pihaknya sempat menda­tangi kediaman Gendon yang berada di Jalan Pangeran Hida­yat, Pekanbaru. Namun, upaya polisi tak membuahkan hasil karena informasi dari istri tersangka, yang bersangkutan tak pernah lagi pulang ke rumah sejak peristiwa pem­bunuhan itu terjadi.

“Kita sedikit kesulitan untuk melacak keberadaan tersangka Budi, lantaran ter­sang­ka tidak memiliki iden­titas yang jelas di Pekan­baru. Kita hanya dapat infor­masi bahwa dia (Budi) masih punya orang tua kandung di Siantar,” jelasnya.

Lebih jauh diceritakan Franky, mengenai hasil otopsi Dokkes Polda Riau pasca pembongkaran kuburan kor­ban (Rudi) dan pengam­bilan tulang paha kanan untuk ke­per­luan pencocokan DNA beberapa hari lalu, petugas menemukan fakta baru bahwa korban ternyata sudah lebih dulu tewas sebelum dibakar.

“Hasil itu bertolak bela­kang dengan pengakuan ter­sangka Bocet yang menyam­paikan kalau korban masih hidup sesaat sebelum dibakar oleh Gendon, Kita akan laku­kan pemeriksaan ulang kepada kedua tersangka. Hasil otopsi itu juga menunjukkan bahwa seluruh gigi korban bagian bawah rontok. Lalu empat gigi bagian atas rontok dan ada dua gigi korban yang ditemukan tersangkut dikerongkongan. Bahkan empat tulang rusuk kiri korban juga patah diduga akibat hantaman benda keras,” terangnya. (hr)

Editor: Administrator

Terkini

Taman Niaga Batam Jadi Kampung Tangguh Narkoba

Minggu, 20 Juni 2021 | 20:27 WIB
X