Bandara SSK II Perlu Perpanjangan Runway

- Jumat, 13 Maret 2015 | 19:19 WIB

Jonan turut didampingi Menteri Pariwisata, Arief Yah­ya langsung disambut oleh Plt Gubernur Riau, Arsya­dju­liandi Rahman, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Said Syarifuddin, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dan sejumlah pejabat lainnya, di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Jumat (13/3).

Setelah beberapa menit kedatangannya di Terminal VVIP (tamu khusus) Lancang Kuning, Menhub bersama rombongan langsung bertolak menuju Pelabuhan Sungai Duku untuk meninjau kondisi jalur perairan menuju Pera­wang, Kabupaten Siak meng­gunakan kapal cepat.

Tidak lebih dari 1 jam, rombongan Menhub kembali tiba di pelabuhan dan langsung bergerak menuju bandara SSK II untuk melakukan sholat Jumat. Usai sholat, Menhub langsungg mengitari seluruh lokasi bandara, yang diikuti oleh rombongan dan para awak media.

Dikatakan Jonan, adanya wacana untuk melakukan pe­min­dahan bandara disambut baik oleh pemerintah, asalkan pemda bisa menyediakan ta­nah. Namun, menurutnya un­tuk lebih mengefiesiensikan anggaran dan waktu serta lebih memaksimalkan penggunaan bandara, alangkah lebih baik dilakukan perpanjangan run­way menjadi 2.800 jadi dilaku­kan penambahan sepanjang 4500 meter.

“Sambil melakukan pem­bangunan yang baru, mending runwaynya diperpanjang dulu. Kalau hanya diperpanjang 2.600 kan nanggung mending diperpanjang menjadi 2.800. Karena untuk pembangunan tentu tidak memakan waktu yang sebentar minimal 5-10 tahun,”ujar Jonan.

Sementara untuk kemung­kinan dilakukan pemindahan, menurut Jonan mungkin saja dilakukan. Karena pemin­dahan tergantung pemda dan pihak angkasa pura II. Karena jika dilihat dari kapasitas Bandara, masih dalam hitu­ngan tidak padat. Dengan jumlah 3 juta penumpang ma­sih mampu ditampung oleh bandara.

Dilanjutkan Jonan, progres pengerjaan kereta api sumatera yang dicanangkan oleh peme­rintah akan segera dikerjakan secepatnya. Namun ketika ditanya soal target, Jonan mengatakan bahwa tidak bisa mentargetkan kare­na adanya kekhawatiran kenaikan harga tentu akan menambah waktu pengerjaan.

Jonan juga mengatakan bahwa alur sungai yang ada harus lebih dipelihara. Serta kondisi pelabuhan yang ada di Riau masih dalam standar biasa saja dan butuh penge­m­bangan.

Terkait dengan masalah RTRW, ditambahkan Plt gu­ber­nur mengatakan bahwa hingga saat ini masih dalam proses. “Jadi kita yakin  pak menteri pasti akan membantu terkait masalah itu, jadi kita tunggu saja,” cetus Plt gubri.

Sementara itu juga, kepala bandara angkasa Pura, menga­takan bahwa untuk mengatasi kekurangan fasilitas bandara seperti pintu masuk yang masih 1 pintu akan dilakukan pele­baran yang akan dilakukan tahun ini. (hr)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

6 Pilihan Tempat Wisata yang Aman saat Pandemi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:25 WIB

Terpopuler

X