Protes Proyek Fasilitas Air Tak Bermanfaat, Warga Tinjul Dipolisikan

- Rabu, 9 September 2015 | 18:48 WIB

Setelah Jailani mempertanyakan apa sebenarnya kasus yang dimintai keterangan olehnya, Penyidik Reskrim Polsek Singkep Barat, malah mengatakan surat tersebut salah ketik, dan meminta maaf kepada Jailani. “Masa bisa polisi salah ketik kasus di surat pe­manggilan,” kata Jailani kesal.

Akibat dari kejadian itu, masyarakat yang mendukung Jailani kesal atas kejadian tersebut dan menyegel Kantor Desa Tinjul.Warga menilai Kades sengaja melaporkan hal ini ke polisi untuk menutupi proyek air bersih di Desa Tinjul yang berasal dari Dinas Kesehatan Ka­bupaten Lingga.

“Ini otaknya pasti Kepala Desa Rustam Effendi yang mencoba melindungi proyek air bersih tersebut agar tidak diprotes warga. Padahal proyek tersebut jelas tidak ada manfaatnya bagi masyarakat,” kata Amren, yang merupakan sepupu dari Jailani. Selain itu masyarakat yang mendukung Jailani juga meminta kepala Desa Tinjul dan kepolisian meminta maaf secara terbuka atas kejadian pemanggilan tersebut.

Selanjutnya Kepala Desa Tinjul Rustam Effendi akan dilaporkan balik ke polisi atas dasar pencemaran nama baik. Bukan itu saja Penyidik Polsek Singkep Barat yang dengan sengaja memanggil Jailani tanpa dasar yang jelas, seolah berpihak kepada pihak kepala desa, juga akan dilaporkan ke Propam Polres Lingga karena berbuat sewenang-wenang.

“Penyegelan kantor desa ini kami sengaja, karena tanah ini merupakan tanah orangtua kami, jadi kepala desa tidak berhak tinggal di situ lagi, perjanjiannya tidak jelas, dan dia sudah melukai perasaan warga kami,” ungkapnya. Sementara itu Kepala Desa Tinjul sampai berita ini dirilis belum bisa dikonfirmasi. (hk)

Editor: Administrator

Terkini

Taman Niaga Batam Jadi Kampung Tangguh Narkoba

Minggu, 20 Juni 2021 | 20:27 WIB
X