Batam Kehilangan Ratusan Hektare Hutan Bakau

- Kamis, 8 Oktober 2015 | 19:24 WIB

Dimana luasan hutan mangrove Pulau Batam yang pada periode 1970 mencapai 24 persen dari pulau terse­but kini menyusut dan hanya menyisaskan 4,2 persen saja.

“Hingga awal 2015 data­nya tinggal 4,2 persen dari luasan Pulau Batam (41.500 hektare). Sementara sejak awal tahun hingga saat ini peng­rusakan hutan mang­rove terus terjadi,” kata Dendi Purnomo di ruangan­nya, kemarin.

Dengan luasan Pulau Batam yang mencapai 41.500 hektare, maka hingga awal 2015 luasannya tinggal 1.743 hektare. Luas tersebut juga dipastikan terus menyu­sut hingga September 2015.

Sementara itu, ber­dasar­kan informasi dari Bape­dalda Batam, Badan Pengen­dali Dampak Lingkungan Kota Batam menyatakan sekitar 800 hektare hutan mangrove Batam yang ber­fungsi melindungi daratan dari abrasi hilang akibat berbagai kegiatan.

Sebanyak 620 hektare mangrove hilang di kawasan Tembesi, Sagulung setelah kawasan tersebut beralih fungsi dan dibangun waduk. Sisanya rusak karena penim­bunan untuk kepentingan wisata, penambangan pasir dan penebangan usaha arang.

“Kami hitungnya pakai satelit dan dilakukan setiap tiga tahun. Jadi data prosen­tasenya sampai pada awal 2015. Jadi luasan yang ada sejak awal tahun telah kem­bali berkurang,” kata dia.

Sebelumnya Dendi juga mengatakan untuk kerusa­kan atau hilangnya mang­rove karena alih fungsi se­suai dengan tata ruang se­perti yang terjadi di Tembesi, Bapedalda Batam tidak bisa mengambil tindakan.

Namun, untuk kasus hilang­nya mangrove karena kegiatan ilegal seperti pe­nam­bangan, dapur arang, dan untuk kepentingan ko­mersial lain tetap akan ditindak tegas. (hk).

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

NDC Unand Pacu Kemajuan Kepariwisataan sungai Pinang

Selasa, 28 September 2021 | 02:34 WIB

20 Destinasi Wisata di Jawa Mulai Dibuka Tahap Ujicoba

Senin, 13 September 2021 | 17:56 WIB

Water Front City Sukses Dikelola Desa Rambai

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:01 WIB
X