Lahan Hutan Lindung Dijarah Besar-besaran

- Rabu, 28 Oktober 2015 | 19:28 WIB

Ditegaskannya, untuk tindak lanjut permasalahan pembalakan dan penjarahan hutan lindung TNTN yang terjadi selama ini yang ditemukan di lapngan hanya yang ditangkap orang-orang suruhan. "Dan untuk mem­buktikan benar tidaknya itu perlu ditindaklanjuti sampai tuntas, siapa aktor utamanya," tegas Vattah.

Menurut Politisi Golkar ini, kawasan TNTN ini merupakan kawasan hutan lindung dan pihak peme­rintah yang berkewajiban mengawasinya melalui polisi kehutanan. Perambahan dan penjarahan merupakan   masalah klasik yang terjadi pada setiap hutan lindung di Riau. "Perlu keseriusan pemerintah untuk pengawasan. Kalau sekarang hanya diawasi satu dua orang itu jelas tidak sebanding, kejadian sama ini termasuk terjadi di hutan margasatwa Bengkalis dan Siak Kecil," beber Vattah.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Riau Dapil Pelalawan Siak, Husni Thamrin. Ketua Fraksi Gerindra Sejahtera ini meminta ketegasan pemerintah untuk mengatasi persoalan kawasan hutan lindung TNTN, karena tidak bisa masyarakat sepenuhnya disalahkan masyarakat merambah hutan tersebut.

"Itu harus dimulai kesadaran dari pemerintah, kalau memang hutan lindung itu harusnya pemerintah memagar, sehingga masyarakat tahu," ujar Thamrin. Untuk sekedar diketahui, status Taman Nasional yang ada di Indonesia dalam pengamanannya di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Orang Suruhan

Selama bertugas di kawasan TNTN, tim Kostrad menangkap dua orang pelaku pembalakan liar sekaligus Karhutla. Ketika diperiksa, keduanya mengaku hanya sebagai orang suruhan. Aksi itu dilakukan keduanya di Desa Kembang Bunga. "Keduanya mengaku hanya pekerja yang dibayar oleh kepala desa setempat. Mereka sudah kita serahkan ke Koramil setempat untuk diperiksa lebih lanjut," ujar Tomi.

Pasukan Kostrad ini juga menyita empat mesin chainsaw yang digunakan para pelaku perambah, untuk menebang pohon. "Kedua perambah itu dibekali beras oleh kepala desa," kata Toni. Prajurit ini berpesan, agar kasus kebakaran lahan tidak terulang, maka masyarakat jangan serakah menguasai lahan negara secara ilegal. "Semoga ke depan masyarakat Riau tidak berambisi menguasai lahan negara secara ilegal. Sangat luas sekali penguasaan lahan negara secara ilegal di sana, ribuan," tutup Toni. (hr)

Editor: Administrator

Terkini

Taman Niaga Batam Jadi Kampung Tangguh Narkoba

Minggu, 20 Juni 2021 | 20:27 WIB
X