Pedagang BBM Eceran Enggan Turunkan Harga

- Jumat, 8 Januari 2016 | 02:47 WIB

“Turunnya tipis, bagaimana mau nurunkan harga bensin, sekarang masih dijual Rp 9 ribu perliter,” ujar Susi pedagang BBM eceran di Teluk Kuantan, Rabu (6/1). Menurutnya, seandainya pemerintah menurunkan harga bensin Rp 1.000 perliter di SPBU tentunya harga BBM eceran akan turun, sekarang turunnya hanya sedikit, sehingga kami masih menjual Rp 9 ribu perliter.

Sebagian besar pedagang eceran khusus menjual ben­sin baik di Teluk Kuantan maupun tingkat keca­matan di Kuansing masih menjual dengan harga yang cukup tinggi dan mengambil keuntungan Rp 2 ribu lebih.

Tarif Tetap

Sementara itu, para sopir travel di Kuansing juga masih tetap mempertahankan ongkos atau tarif saat sebelum penurunan harga BBM.

Hal ini terpaksa mereka pertahankan, karena untuk menutupi operasional yang terus membengkak ditam­bah persaingan antar angkutan yang semakin ketat.

“Terpaksa tarif lama bertahan, karena BBM turun juga cukup kecil, baik premium maupun solar, Kami mohon pengertian penumpang, karena biaya opera­sional lain juga tidak serta merta turun seperti suku cadang,”ujar Mukhlis mewakili sopir travel kepada wartawan, Rabu (6/1).

“Kalau dari Benai sekitarnya ke Pekanbaru tarifnya sembilan puluh ribu rupiah, dari Taluk, Jake dan Muara Lembu ke Pekanbaru delapan puluh ribu rupiah. Penumpang dimana pun tinggal sudah tahu tarif yang berlaku saat ini,” ujarnya menambahkan.

Lagipula ujarnya, tidak selalu travel baik dari Kuansing ke Pekanbaru, Kuansing ke Rengat dan daerah lainnya, dalam keadaan penuh penumpang, sehingga setiap sopir harus pandai-pandai menekan biaya operasional untuk mengisi kurangnya penumpang pada hari-hari tertentu.

“Kadang full kadang ndak, pandai-pandai Kita mengakali pendapatan yang kadang bagus kadang tidak agar tetap beroperasi melayani penumpang yang hendak bepergian dengan berbagai keperluan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

6 Pilihan Tempat Wisata yang Aman saat Pandemi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:25 WIB
X