Dua Kapal Illegal Fishing Malaysia Ditangkap

Administrator
- Kamis, 28 Juli 2016 | 03:40 WIB

BATAM, HALUAN —  Dua kapal penangkap ikan asing (KIA) ilegal berbendara ne­gara Malaysia ditangkap kapal Baladewa 8002 milik Pol Airud Polda Kepri di perairan Anambas, beberapa waktu lalu.

Dua kapal asing bendera Malaysia bernomor lam­bung JMS.00635 K dan JMS 00­58­2K dengan ABK ber­jum­lah 22 orang ber­kebangsaan Vietnam ber­usia muda bah­kan sebagian di bawah umur.

Kedua kapal ilegal fishing tersebut ditangkap di perairan teritorial Indonesia dan bu­kan di perairan zona ZTE. Yang dinahkodai Buyen Khai dan Bay yetkhong yang tidak dilengkapi izin SIUP maupun SIPI. Parahnya kapal ini diduga milik mafia Malaysia mempekerjakan orang Viet­nam.

“Kasus dua kapal ilegal fishing terus dikembangkan untuk mengetahui kapal mi­lik negara mana Dan 22 ABK bersama hasil tangkapan 1 ton serta jaring dijadikan BB,” kata Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian di Kapal Baladewa 8002 yang sandar pelabuhan Batu Am­par, Selasa (267).

Kata dia, seluruh kru kapal merupakan warga ne­gara Vietnam dan saat di­tangkap sudah berada di perairan teritorial Indonesia. Mereka menangkap ikan mengunakan jaring pukat harimau skala besar.

“Mereka dijerat hukum melanggar pasal 22 no 31 UU RI tentang Perikanan,” pung­kasnya.

Sementara itu, Direktur Pol Airud Polda Kepri Kom­bes Kombes Teddy J.S.M mengatakan, kedua kapal ilegal fishing tersebut berhasil ditangkap oleh kapal patroli Baladewa 8002 saat patroli rutin di perairan Natuna dari Batam.

Kapal Patroli Baladewa yang dikapteni AKP Bam­bang saat berpatroli men­curigai sebuah kapal asing berbendera Malaysia masuk perairan Indonesia yang ter­deteksi melalui radar.

“Saat ditangkap tidak ada perlawanan dan selanjutnya digiring ke Batam untuk didalami, sedangkan kedua kapal disita negara,” je­las­nya.(h/par)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X