Putusan Ringan, Dewan Pekanbaru Bakal Konsultasi ke Mabes Polri

- Jumat, 9 September 2016 | 01:41 WIB

PEKANBARU, HALUAN —  Menyikapi putusan pengadilan terhadap sanksi yang dijatuhkan pada sejumlah pengelola arena gelanggang permainan (gelper) di Kota Pekanbaru, kalangan DPRD ikut angkat bicara. Tin­dak pidana ringan (Tipiring) dan hukuman percobaan yang di­jatuh­kan, diduga berawal dari pengungkapan pihak kepolisian yang tidak serius.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Yose Saputra mengatakan, persoalannya buk­an putusan hakim pengadilan yang hanya memutuskan huku­man tipiring dan hukuman per­co­baan, namun berawal dari ketidakseriusan aparat kepolisian dalam melakukan pe­ngung­kapan kasus gelper, yang diduga kuat suatu bentuk perjudian murni.

Bahkan politisi dari Partai Golkar ini mengatakan, dalam hal pengungkapan tersebut ada kesan aparat diduga bermain atau diistilahnya ada ‘kong kalikong’ dengan pemilik. “Da­lam mengungkap kasus pidana, tentu tidak segampang itu. Karena kita tahu jika pihak kepolisian diyakini memiliki banyak cara, atau prosedur. Tapi, dengan hanya tuntutan ringan dan denda yang dijatuhkan hakim terhadap pengelola gel­per, upaya pengugapan dari pihak polisi yang kita anggap dan terkesan setengah-setegah perlu ada tindak lanjut,” kata Yose Saputra, Kamis (8/9).

“Apalagi hanya upaya mela­kukan razia ketempat gelper. Ya, jelas bocorlah. Maka, gelper yang sarat akan judi ini tidak terendus. Akibatnya, bentuk judi yang kita harapkan lenyap di Kota Pekanbaru, seakan pupus dan sirna,” jelasnya. (h/hr/net)

Editor: Administrator

Terkini

6 Pilihan Tempat Wisata yang Aman saat Pandemi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:25 WIB

Terpopuler

X