Capai 78,1%, Wisman Malaysia Paling Banyak ke Sumbar

- Senin, 13 Desember 2021 | 11:45 WIB
Kusir bendi menunggu wisatawan di seputaran jalam masuk Basement Pasa Ateh hingga Gerbang Kebun Binatang, Sabtu (16/10/2021). (Vesco)
Kusir bendi menunggu wisatawan di seputaran jalam masuk Basement Pasa Ateh hingga Gerbang Kebun Binatang, Sabtu (16/10/2021). (Vesco)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Target asal negara wisatawan mancanegara (wisman) Dinas Pariwisata Sumbar tidak muluk-muluk jaman pandemi ini. Cukup mengandalkan kedatangan wisatawan Malaysia yang secara adat budaya mirip dengan masyarakat Minangkabau dan perantau Minang yang sudah mendunia tapi masih cinta mati sama kuliner Minang, hobi pamer kesuksesan dan selfie-selfie, roda bisnis insan pariwisata negeri ini optimis berputar.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, H. Novrial, S.E., M.Ak. dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Daerah Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Sumatera Barat, di Aula Gedung C, Lantai 2, Kampus Politeknik Negeri Padang (PNP).

Baca Juga: Pariwisata Bali Akan Bangkit Karena Pengurangan Masa Karantina Bagi Wisman

Dari semua negara tersebut persentase kunjungan wisman Malaysia mencapai 78,1%, menyusul kelompok negara lainnya yang mencapai 10,8%, Australia 5,0%, Singapura 1,2%, dan Perancis 1,1%.

Selama periode 2016-2020, terdapat 10 negara yang dominan menjadi segmen pasar, yakni Malaysia, Australia, Singapura, Jepang, Cina, Perancis, Thailand, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris, serta negara lainnya.

Baca Juga: Destinasi Wisata di Sumbar yang Paling Digandrungi Wisnu dan Wisman

Dalam periode tersebut jumlah wisatawan nusantara pada 2016 mencapai 7.343.282; dan pada 2017 meningkat menjadi 7.783.876; terus meningkat pada 2018 yang mencapai 8.073.070; begitu juga pada 2019 yang menjadi 8.169.147; dan di masa awal pandemi 2020 menurun menjadi 8.041.868.

"Orang Malaysia punya ikatan emosional dengan orang Minangkabau. Orientasi budaya dan makanan mereka bisa meningkatkan masukan bagi daerah. Cuma sayangnya masalah kebersihan masih saja membayang-bayangi kuliner kita," katanya.

Di sisi lain, secara sosiologis, orang Minang pulang dari rantau pada hari-hari besar sebagiannya karena ingin sekaligus membuktikan kepada sanak saudara mereka kalau mereka sukses di rantau.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X