Curhatan Bule AS Viral di TikTok, Soroti Sampah di Pantai Bali

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 16:39 WIB
Curhatan Bule AS Viral di TikTok, Soroti Sampah di Pantai Bali (IST)
Curhatan Bule AS Viral di TikTok, Soroti Sampah di Pantai Bali (IST)

HARIANHALUAN.COM - Pulau Bali terutama pantainya yang eksotis sudah menarik banyak wisatawan asing sejak puluhan tahun lalu. Namun, pemandangan pantai di Pulau Dewata kini sangat memilukan karena banyak sampah.

Emily, wanita dari Amerika Serikat, ingin menjelajahi garis pantai menakjubkan yang ditawarkan destinasi wisata andalan Indonesia itu. Tetapi dia menyaksikan kebalikan dari keindahan yang ia harapkan.

Dalam rekaman yang dia unggah ke TikTok, terlihat pasir ditutupi plastik dan kemasan bekas dari laut dan restoran terdekat. "Saya berjalan ke pantai di Bali pagi ini dan inilah yang saya temukan," tulis Emily seperti yang dilansir Daily Mail, Sabtu (17/12/2021).

"Hujan deras baru-baru ini menyebabkan sampah hanyut di pantai. Sejauh yang saya bisa melihat sampah menutupi pantai - sangat menyedihkan untuk dilihat," katanya.
Sampah-sampah itu tampak berupa gelas, sandal, kaleng minuman ringan, wadah makanan cepat saji, dan kantong plastik. Video tersebut menjadi viral dan dilihat lebih dari 200.000 kali dalam empat hari.

Pengguna TikTok yang mengomentari gambar mengatakan "tidak mau berpikir" tentang banyaknya plastik yang mengambang di lautan. "Kita sebagai manusia adalah musuh terburuk diri kita sendiri," tulis satu orang.

"Wow! Buruk sekali! Laut melemparkannya kembali kepada kita. Kita perlu melakukan yang lebih baik," kata warganet lain. "Ini sangat memilukan dan sangat bisa dicegah," komentar penonton. Hari berikutnya relawan masyarakat dan tim dari Sungai Watch membantu membersihkan pantai.

Tujuan wisata dunia Dalam satu dekade terakhir Bali telah menjadi salah satu tujuan wisata utama di dunia, tidak hanya untuk Australia tetapi Eropa, Amerika Utara dan Selatan, serta negara-negara Asia lainnya.

Bisnis penyewaan skuter, pub, dan restoran baru bermunculan di sepanjang jalur wisata karena semakin banyak penduduk setempat yang mulai mengandalkan bisnis asing. Lebih dari 75.000 kamar hotel dibangun di sepanjang pantainya untuk memenuhi permintaan.

Dilaporkan jumlah pengunjung tumbuh ke tingkat rekor pada 2019. Pada tahun yang sama, TripAdvisor menilai pulau itu sebagai tujuan wisata utama di Asia dan keempat di dunia. Kemudian kedatangan virus corona di awal tahun 2020 tiba-tiba memutus perjalanan internasional.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X