Ada Desa Kobra Beneran, Berani Berkunjung?

- Selasa, 17 Desember 2019 | 15:27 WIB

3 Jarinya pun sampai harus diamputasi karena gigitan ular kobra. Dia pun tidak sama sekali sedih digigit ular kobra. Lho kok begitu?

"Kami sudah hidup bersama ular selama bertahun-tahun. Kalau ada salah satu dari mereka mati, maka kami akan membuat persembahan di kuil," jelasnya.

Bualee menjelaskan, hidup bersama ular di desanya sudah diajarkan kepada anak-anak dari usia dini. Anak-anak diajarkan tentang bagaimana memberi makan ular atau menjinakkan.

"Setiap orang tua bebas mengajarkan sesuai caranya masing-masing," tegasnya.

Tapi tentu, keamanan adalah yang paling utama. Ular-ular kobra yang dipelihara punya kandangnya berupa suatu kotak. Ular-ularnya tak dilepas begitu saja.

Salah satu atraksi yang terkenal di Ban Kok Sa-Nga dan masih ada hingga kini adalah tinju ular, tinju antara manusia dan ular. Dalam tinju ini, ular akan dibuat marah dan seorang priaakan masuk ke dalam ring untuk menjinakkannya. Semakin ular marah dan semakin sulit dijinakkan, tinju ular ini terlihat makin seru!

Ular-ular di Ban Kok Sa-Nga pun sudah terbiasa dengan manusia. Jangan heran, kalau kamu melihat anak-anak mengalungkan ular di leher sambil menciumnya.

"Hanya beberapa ular yang sering kita tampilkan untuk acara turis. Lebih dari itu, kami di sini memang sangat cinta dengan ular," ucap Bualee.

Berani datang ke desa kobra di Thailand ini? (*)
 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

20 Destinasi Wisata di Jawa Mulai Dibuka Tahap Ujicoba

Senin, 13 September 2021 | 17:56 WIB

Water Front City Sukses Dikelola Desa Rambai

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:01 WIB

Bupati Alfedri: Ayo Vote Siak The Truly Malay

Sabtu, 7 Agustus 2021 | 03:35 WIB
X