GIPI: Industri Pariwisata Terpukul Sangat Parah Selama Pandemi Covid-19

- Kamis, 23 Desember 2021 | 11:55 WIB
Dinas Pariwisata Kota Padang memasang papan yang berisi larangan berenang di sejumlah titik kawasan wisata pantai Kota Padang.
Dinas Pariwisata Kota Padang memasang papan yang berisi larangan berenang di sejumlah titik kawasan wisata pantai Kota Padang.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didien Junaedy, selama pandemi COVID-19, industri pariwisata terpukul sangat parah. Pihaknya percaya, pariwisata domestik memiliki potensi, dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar dan destinasi yang beragam.

Hal ini diutarakannya dalam Dialog Produktif dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN.

Baca Juga: Garap Potensi Pariwisata, Sumbar Bakal Kembangkan Wisata Pedesaan

“Tahun 2018, GIPI membuat paradigma baru pariwisata Indonesia, berupa upaya mengembangkan pariwisata domestik. Kita percaya bahwa pariwisata domestik Indonesia sangat besar bahkan lebih besar dari negara lain. Destinasi banyak dan infrastruktur sudah baik. Yang dibutuhkan adalah stimulus berupa bridging capital, khususnya untuk industri menengah ke bawah,” ujar Didien.

Diedien menambahkan, untuk membangkitkan pariwisata Indonesia juga butuh partisipasi semua pihak, termasuk taat prokes, patuh pada CHSE dan dilaksanakan tersistem dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Kemendes Tetapkan Lunang Silaut Pesisir Selatan Sebagai Daerah Potensi Pariwisata

“Setiap orang bertanggung jawab karena kita tidak akan tahu kapan pandemi COVID-19 akan selesai,” ujarnya.

Tak kalah penting, faktor yang harus dimiliki pelaku pariwisata adalah kesiapan mental dan spiritual, serta bentuk dukungan langsung seperti kesempatan bagi pelaku pariwisata untuk menghidupkan kembali bisnisnya.

Dia mengatakan, saat ini banyak potensi wisata domestik yang bisa dikembangkan, misalnya desa wisata yang bisa dikolaborasikan antara pemerintah pusat dan pemda.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X