Okupansi Hotel di Bukittinggi Naik Selama Libur Nasional dan Cuti Bersama

- Minggu, 23 Agustus 2020 | 16:49 WIB

HARIANHALUAN.COM - Libur nasional dan cuti bersama semenjak sepekan terakhir, berdampak terhadap tingkat  kunjungan wisatawan dan tingkat hunian kamar (okupansi) hotel di Bukittinggi.

Dari pantauan di lapangan, tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bukittinggi semenjak sepekan terakhir memang meningkat tajam. Tidak hanya warga kota yang memanfatkan momen libur panjang ini untuk berlibur di kotanya sendiri, namun juga banyak pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang ke Bukittinggi untuk mengisi waktu liburan.  

Meningkatnya tingkat kunjungan ke Bukittinggi terlihat dari peningkatan arus lalu lintas menuju pusat kota, akibat banyaknya kendaraan dari luar daerah yang terus berdatangan ke Bukittinggi. Disamping itu, sejumlah objek wisata dan pusat-pusat pusat perbelanjaan di Kota Bukittinggi terlihat dipadati pengunjung dari dalam dan luar daerah.

Dari sejumlah objek wisata yang ada di Bukittinggi, Jam Gadang Bukittinggi masih menjadi magnet bagi pengunjung. Ikon Bukittinggi yang berada di pusat kota ini, menjadi tujuan destinasi wisata favorit yang tidak henti-hentinya dipadati pengunjung dari pagi hingga malam hari.

Selain Jam Gadang, Pasa Ateh Bukittinggi yang sudah mulai beroperasi juga telihat ramai dikunjungi oleh pengunjung, baik itu untuk aktifitas jual beli, maupun untuk sekedar berfoto selfie dari atas bangunan yang megah tersebut.  

Begitu juga dengan Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) dan Taman Panorama Lobang Jepang, juga menjadi pilihan bagi pengunjung untuk mengisi libur nasional dan cuti bersama pada Agustus ini.

Meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittinggi selama libur nasional dan libur cuti bersama, berdampak terhadap okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Bukittinggi. Semenjak minggu ke dua Agustus, okupansi hotel di Bukittinggi meningkat dibanding sebelumnya.

“Alhamdulilah, semenjak minggu ke dua Agustus, okupansi hotel terjadi peningkatan. Rata-rata di atas 65 persen  okupansi,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bukittinggi, Vina Kumala, Minggu, 23 Agustus 2020.

Menurutnya, meski okupansi hotel saat ini di atas 65 persen, bukan berarti sektor perhotelan di Bukittinggi  sudah kembali bergairah. Karena saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittingi hanya mengandalkan pengunjung lokal dari daerah tetangga, seperti Pekanbaru, Padang dan lainnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Taman Niaga Batam Jadi Kampung Tangguh Narkoba

Minggu, 20 Juni 2021 | 20:27 WIB
X