Berkerumun Saat Mendaftar Bantuan UMKM, Ribuan Warga Dibubarkan Polisi

Administrator
- Senin, 26 Oktober 2020 | 10:14 WIB

HARIANHALUAN.COM-Kerumunan warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan COVID-19  terpaksa dibubarkan polisi, Seni pagi (10/2020).

Ribuan warga itu   mendatangi kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu untuk mendaftar sebagai penerima Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro (BPUM) dari Presiden RI Joko Widodo sebesar Rp2,4 juta per UMKM.

Sayangnya kerumunan warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan COVID-19 itu terpaksa dibubarkan oleh anggota kepolisian.

"Kami sudah beberapa kali ditegur kepolisian dan anggota gugus COVID-19 karena warga berduyun-duyun datang ke sini," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu Eddyson, di Bengkulu, Senin (26/10/2020). 

Ia mengataka anggota kepolisian terpaksa membubarkan ribuan waga tersebut karena berkerumun dan tidak menggunakan masker. 

Ia mengatakan dalam program ini tidak ada pembatasan waktu pendaftaran dan verifikasi data namun jumlah warga yang datang memang sangat banyak dan mereka mengaku memiliki usaha. 

"Banyak warg yang mengaku punya usaha maka kami akan rapatkan dulu pembatasan waktu pendaftaran," ujarnya. 

Sementara itu seorang warga yang datang mengaku jika dirinya telah mendatangi kantor Koperasi dan UKM tersebut sejak subuh untuk mendaftar sebagai penerima BPUM. 

"Saya datang sejak subuh tadi, saya sangat berharap mendapatkan bantuan tersebut," sebut Juniarti.  (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

HOSHINOYA Bali Kenalkan Sensasi Jepang di Resor Mewah

Rabu, 17 November 2021 | 20:33 WIB

20 Tempat Wisata Sumbar yang Lagi Hits 2021

Rabu, 17 November 2021 | 18:34 WIB

10 Wisata Sumbar yang Buka dan Bisa Dikunjungi

Rabu, 17 November 2021 | 11:32 WIB

50 Tempat Wisata Sumbar Terbaru yang Wajib Dikunjungi

Selasa, 16 November 2021 | 20:04 WIB

34 Juta Tenaga Kerja Parekraf Terdampak Pandemi

Rabu, 10 November 2021 | 08:20 WIB
X