Kuartal III 2021 PNS Work From Bali, Ekonom: Bisa Bantu Pariwisata

- Minggu, 23 Mei 2021 | 21:53 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Sekitar 25% aparatur sipil negara (ASN) pada tujuh kementerian atau lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi diwajibkan pemerintah untuk bekerja dari Bali (work from Bali/WFB). Diketahui, kebijakan ini rencananya akan direalisasikan pada kuartal III 2021.

Menanggapi hal tersebut, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai, rencana pemerintah tersebut bersifat selektif. Artinya, tidak semua ASN kemudian bisa kerja dari Bali, tetapi hanya pekerjaan-pekerjaan tertentu saja yang memungkinkan.

“Seperti konsinyering penulisan laporan, rapat-rapat pembahasan regulasi atau peraturan pemerintah hingga UU, ini bisa dilakukan di Bali. Hal tersebut kemudian menjadi cara sederhana untuk membantu masyarakat Bali,” ujarnya, dikutip dari Okezone, Minggu (23/5/2021).

Menurut Piter, harus dilihat apa konteks di balik kebijakan ini. Dia menjelaskan, dunia pariwisata khususnya di destinasi utama seperti Bali sangat terdampak oleh pandemi. Bahkan, diketahui kondisi di Bali saat pandemi lebih buruk dibandingkan ketika terjadi bom Bali.

“Dunia pariwisata merupakan jantung perekonomiaan mereka. Hampir seluruh masyarakat di sana bergantung kepada pariwisata. Yang lebih mengkhawatirkan, kita tidak tahu kapan pandemi akan berakhir. Kalau menunggu tanpa tahu sampai kapan, dunia pariwisata di Bali bisa keburu kolaps,” kata dia.

Lanjutnya, upaya untuk membantu pariwisata Bali atau masyarakat Bali secara keseluruhan mungkin menjadi latar belakang adanya kebijakan work from Bali ini. Piter menuturkan, berdasarkan informasi, saat ini Bali menjadi tempat yang cukup aman dan nyaman untuk dijadikan base camp bekerja online.

“Meskipun hanya 16 hotel yang dilibatkan, tapi ajakan work from Bali ini akan berdampak luas. Salah satunya yakni, memunculkan keyakinan banyak orang untuk kembali berwisata ke Bali,” tuturnya.

Sementara itu, dia mengatakan, yang dibutuhkan saat ini adalah keyakinan masyarakat bahwa bisa berwisata secara aman dan nyaman di tengah pandemi. Menurut Piter, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan program-program wisata yang aman dan nyaman serta memenuhi protokol kesehatan. (*)

Editor: Administrator

Terkini

20 Destinasi Wisata di Jawa Mulai Dibuka Tahap Ujicoba

Senin, 13 September 2021 | 17:56 WIB

Water Front City Sukses Dikelola Desa Rambai

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:01 WIB

Bupati Alfedri: Ayo Vote Siak The Truly Malay

Sabtu, 7 Agustus 2021 | 03:35 WIB
X