Tantangan di Tengah Pandemi, Kyriad Bumiminang Siap Bersinergi dengan Pemerintah

- Kamis, 17 Juni 2021 | 19:49 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Salah satu sektor usaha yang terdampak cukup berat dengan adanya pandemi Covid-19 adalah bisnis perhotelan. Sebab selama wabah virus Covid-19, masyarakat diimbau untuk tetap tinggal di rumah dan menghindari bepergian atau keluar rumah untuk sesuatu yang tidak mendesak.

Ditambah lagi adanya pembatasan perjalanan hingga persyaratan ketat untuk menggunakan transportasi umum. Mau tidak mau, para pelaku usaha perhotelan harus memutar otak bagaimana caranya agar bisnisnya bisa terus bernapas di tengah pandemi.

Hal ini pula yang menjadi tantangan bagi Hotel Kyriad Bumiminang, Padang. Menjawab tantangan tersebut, Kyriad Buminang sendiri harus berupaya melakukan berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat untuk kembali menginap di hotel. 

"Inilah yang akan saya lakukan selaku General Manager yang baru. Setidaknya, kita bisa berusaha menjual protokol kesehatan (prokes) untuk mensiasatinya," kata Indra Muaz, General Manager Hotel Kyriad Bumiminang yang baru usai acara sertijab di hotel tersebut pada Kamis (17/6/2021) siang. 

Menjual prokes disini, kata Indra, adalah dengan menjamin hotel menjadi layak untuk dikunjungi. Sebab, saat ini masyarakat keluar tentunya mencari penginapan atau hotel yang nyaman dan aman dari Covid-19.

"Inilah kesempatan kita membuat kepercayaan tamu. Kita rapikan hotel kita sesuai prokes. Saya yakin, jaminan yang kita tawarkan ini akan diterima ketimbang banting harga tapi tidak safety," jelasnya. 

Selain itu, Indra juga menyinggung soal self isolasi yang saat ini banyak dilakoni oleh banyak hotel di Indonesia. Pria kelahiran Palembayan, Agam ini justru tidak begitu tertarik dengan hal tersebut. Pasalnya, menurut Indra, ada banyak kemungkinan hotel semakin merugi, karena hanya melayani pasien Covid-19 saja, tapi orang sehat yang ingin menginap sudah pasti tidak diperbolehkan.

"Karena ini bisnis, saya mengusahakan bagaimana kita mendukung upaya pemerintah. Kita mencari market orang yang sifatnya karantina, tapi orang sehat," tambah Indra.  

Menyinggung peluang hingga akhir tahun, Indra berharap ada kebijakan dari pemerintah setempat untuk mendukung sektor pariwisata dan memberikan jaminan serta kepercayaan kepada orang banyak bahwasanya hotel yang akan mereka tuju aman. "Intinya ada jaminan dari pemerintah," tutupnya. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

20 Destinasi Wisata di Jawa Mulai Dibuka Tahap Ujicoba

Senin, 13 September 2021 | 17:56 WIB

Water Front City Sukses Dikelola Desa Rambai

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:01 WIB

Bupati Alfedri: Ayo Vote Siak The Truly Malay

Sabtu, 7 Agustus 2021 | 03:35 WIB
X