Tren Wisata Vaksin, Ramai Warga Asia Termasuk Indonesia Terbang ke AS

- Rabu, 21 Juli 2021 | 07:54 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ada fenomena baru yang terjadi di Asia belakangan ini, yakni tren wisata vaksin ke Amerika Serikat (AS). Ramai-ramai warga, termasuk dari Indonesia, terbang ke AS.

Hal ini terungkap lewat laporan ABC News, Minggu (18/7/2021). Rupanya, mereka tertarik liburan sekaligus melakukan vaksinasi di AS.

Sebenarnya, wisata vaksin di AS ini diketahui sudah dimulai pada Mei lalu dan diatur oleh beberapa travel agent. Tapi apakah benar AS mengizinkan vaksin gratis untuk pendatang?

AS, memang mengizinkan suntikan vaksin ke orang-orang yang memegang visa negara itu. Bahkan mereka bisa mendapat vaksin secara gratis.

Di Guam, misalnya, program vaksin dengan nama "Air V&V". Ini dilakukan untuk mendorong orang Amerika yang tinggal di Asia Timur untuk datang dan disuntik.

Namun ini juga membuka pintu bagi kembali menggeliatnya wisata di wilayah itu. Pelancong bisa datang dan mendapat vaksin.

Namun mereka memang harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya, mereka yang datang harus membayar biaya penginapan di hotel karantina hingga satu minggu.

Mereka bisa memilih antara vaksin Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson, dan tergantung pada vaksin mana yang dipilih. Wisatawan vaksin dapat berada di pulau hanya selama tiga hari, atau lebih dari sebulan.

Wisata vaksin seperti ini juga menarik minat warga asing lain. Seperti Taiwan dan Thailand.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Taman Niaga Batam Jadi Kampung Tangguh Narkoba

Minggu, 20 Juni 2021 | 20:27 WIB
X