Branding dan Konten Pariwisata Kepri Sangat Lemah

- Rabu, 28 Juli 2021 | 04:05 WIB
Penyerahan SK pengangkatan Direktur Eksekutif BPPD Kepri kepada Daniel Wahyu Pratama Hutagalung di Kantor Sekretariat BPPD Kepri di Sukajadi, Kota Batam, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com)
Penyerahan SK pengangkatan Direktur Eksekutif BPPD Kepri kepada Daniel Wahyu Pratama Hutagalung di Kantor Sekretariat BPPD Kepri di Sukajadi, Kota Batam, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com)

BATAM,HARIANHALUAN.COM-Hingga kini branding dan konten adalah kelemahan terbesar pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri). Demikian Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kepri, Daniel Wahyu Pratama Hutagalung.

Baca Juga: Tiga Kapolres dan Dirpolairud Polda Kepri Alih Tugas

Hal tersebut disampaikannya saat menerima SK penunjukannya sebagai Direktur Eksekutif BPPD Kepri untuk periode tahun 2021-2024, Senin (26/7/2021) di Sekretariat BPPD Kepri, Crisis Center, Sukajadi Kota Batam.

SK Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kepri itu diserahkan oleh Sekretaris BPPD Kepri, Sumiaty Marzuki dan didampingi oleh Komisaris BPPD Kepri, Marokhimin.

"Pariwisata adalah salah satu industri terbaik yang dimiliki oleh Kepri. Maka 100 hari kedepan harapannya kita harus bermain di branding dan konten, karena ini kelemahan terbesar pariwisata kita," ucap Daniel.

Dikatakan Daniel, orang luar negeri lebih banyak tahu tentang Bali daripada Indonesia sendiri, hal itu dikarenakan Bali itu mempromosikan pariwisatanya dengan banyak membuat konten dengan sangat baik dan tersekmentasi kepada market yang memang sudah ditargetkan.


"Jadi kelemahan-kelemahan itu akan kita perbaiki bersama-sama dan mengatur strategi, karena itu adalah ujung tombak untuk mempromosikan kepada market yang belum pernah tergapai," ujar pria yang cukup berpengalaman di dunia kepariwisataan, khususnya promosi pariwisata.

Lanjutnya, pihaknya akan fokus mempromosikan pariwisata yang ada di tujuh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri, sebab dia memang sudah sejak lama menginginkan keaktifan, keterlibatan dalam pariwisata di Indonesia.

"Saya sendiri sudah cukup lama diluar negeri yakni 11 tahun di Eropa, 9 tahun di Jerman dan 2 tahun di Spanyol semua itu saya geluti dibidang pariwisata, tentu tidak asing lagi jika pulang ke rumah sendiri tepatnya di Belakang Padang," tuturnya.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluankepri.com

Tags

Terkini

20 Destinasi Wisata di Jawa Mulai Dibuka Tahap Ujicoba

Senin, 13 September 2021 | 17:56 WIB

Water Front City Sukses Dikelola Desa Rambai

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:01 WIB

Bupati Alfedri: Ayo Vote Siak The Truly Malay

Sabtu, 7 Agustus 2021 | 03:35 WIB
X