Pancasila: Sila, Lambang, dan Pengamalannya

- Selasa, 7 September 2021 | 21:49 WIB
Pancasila: Sila, Lambang, dan Pengamalannya (Ruswanti)
Pancasila: Sila, Lambang, dan Pengamalannya (Ruswanti)

Bunyi dan Lambang Sila-Sila dalam Pancasila

Berikut bunyi dan lambang dari lima sila dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa, yang dilambangkan dengan Bintang Tunggal.
  2. Kemanusian yang Adil dan Beradab, yang dilambangkan dengan Rantai Emas.
  3. Persatuan Indonesia, yang dilambangkan dengan Pohon Beringin
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /Perwakilan, yang dilambangkan dengan Kepala Banteng.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang dilambangkan dengan Padi dan Kapas.

Pengamalan Sila-Sila dalam Pancasila

  1. Sila Ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
  • Menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan lain terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Menjaga kerukunan hidup antarumat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan masalah pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
  1. Sila Ke-2 (Kemanusian yang Adil dan Beradab)
  • Mengakui dan memperlakukan manusia sebagai makhluk Tuhan yang bermartabat.
  • Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, dan lainnya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia dan tidak semena-mena dengan orang lain.
  • Saling tenggang rasa dan tepa selira.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dengan gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
  1. Sila Ke-3 (Persatuan Indonesia)
  • Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa jika diperlukan.
  • Rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • Bangga berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  • Menjaga persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan untuk persatuan dan kesatuan bangsa.
  1. Sila Ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan)
  • Setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama dan mencapai mufakat dengan semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah dengan itikad baik dan tanggung jawab.
  • Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan saat musyawarah.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan untuk kepentingan bersama.
  1. Sila Ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
  • Berbuat yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
  • Bersikap adil terhadap sesama dan menghormati hak orang lain.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menolong orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain, pemborosan, bergaya hidup mewah, dan bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras dan menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  • Melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Editor: Ruswanti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jenis Plastik dan Bahayanya bagi Kesehatan

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:36 WIB

Indikator Asam Basa

Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:14 WIB

Sifat, Klasifikasi dan Cara Membedakan Asam Basa

Jumat, 14 Januari 2022 | 21:55 WIB

Tata Nama Senyawa Alkana (Hidrokarbon)

Jumat, 14 Januari 2022 | 21:54 WIB
X