Hasil Riset Sebut Anak-anak Masa Pandemi Miliki IQ Lebih Rendah, Menkominfo: PTM Harus Segera Dilakukan

- Minggu, 19 September 2021 | 12:55 WIB
Ilustrasi sekolah tatap muka. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi sekolah tatap muka. (Foto: Shutterstock)

HARIANHALUAN.COM - Jumlah kasus harian positif Covid-19 di Indonesia menunjukan pengurangan yang cukup signifikan. Bahkan pemerintah mulai menurunkan level PPKM di berbagai daerah.

Tidak hanya itu, beberapa kegiatan pun kembali diperbolehkan, salah satunya adalah sekolah tatap muka.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas penting untuk menghindarkan generasi muda Indonesia dari penurunan capaian pembelajaran atau learning loss. Pasalnya sebuah penelitian menyebut anak-anak di masa pandemi memiliki IQ lebih rendah.

"Percepatan penuntasan vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) bisa menjadi dorongan untuk mengembalikan anak ke sekolah secara terbatas," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, seperti dikutip dari Okezone, Minggu (19/9/2021).

PTM terbatas merupakan upaya menyelamatkan anak-anak Indonesia dari risiko dampak negatif Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara berkepanjangan. Jika tidak segera menerapkan Pertemuan Tatap Muka terbatas, generasi ini dikhawatirkan akan sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan.

Kominfo menilai PJJ yang berkepanjangan bisa berdampak besar dan permanen terhadap pelajar. Dampak yang sangat diantisipasi, diantaranya putus sekolah, penurunan capaian pembelajaran, dan kesehatan mental serta psikis anak-anak.

"Pandemi Covid-19 telah menyebabkan learning loss yang sangat signifikan. Jika dibiarkan secara jangka panjang, semua ini bisa menjadi risiko yang lebih besar dibandingkan risiko kesehatan," kata Johnny.

Berdasarkan riset INOVASI dan Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, pendidikan di Indonesia sudah kehilangan 5-6 bulan pembelajaran per tahun. Riset Bank Dunia juga menyatakan, dalam kurun waktu 0,8 sampai dengan 1,3 tahun, compounded learning loss dengan kesenjangan antara siswa kaya dengan siswa miskin meningkat 10 persen.

Riset yang sama juga menyatakan bahwa tingkat putus sekolah di Indonesia meningkat sebesar 1,12 persen, di mana angka tersebut 10 kali lipat dari Angka Putus SD Tahun 2019. Bank Dunia memperkirakan, saat ini di Indonesia ada 118.000 anak usia SD yang tidak bersekolah. Angka tersebut, menurut Johnny, lima kali lipat lebih banyak daripada jumlah anak putus SD pada tahun 2019.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone

Tags

Terkini

Besaran Skalar dan Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:50 WIB

Besaran Pokok dan Besaran Turunan dalam Ilmu Fisika

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:47 WIB

20 Wisudawan Terbaik PNP Periode ke-60

Minggu, 24 Oktober 2021 | 06:55 WIB

Tujuan, Ciri dan Jenis Norma Hukum

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Ciri, Fungsi, Macam, dan Jenis Norma Sosial

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:04 WIB
X