Sawirman: Pusat Bahasa di Perguruan Tinggi Perlu Dikembangkan Jadi Riset Kebahasaan

- Senin, 20 September 2021 | 12:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas (Unand), Sawirman, menyarankan agar pusat bahasa di perguruan tinggi dikembangkan menjadi pusat riset kebahasaan. Ia menyebut bahwa hal itu perlu dilakukan untuk menjadikan pusat bahasa sebagai lembaga strategis.

Sawirman mengatakan bahwa ia menyarankan hal itu agar peran pusat bahasa meningkat dari hanya sebagai pusat pendidikan menjadi pusat riset. Selama ini ia melihat bahwa pusat bahasa atau layanan lembaga kebahasaan di perguruan tinggi di Indonesia umumnya baru terkonsentrasi untuk pelatihan dan pelaksanaan TOEFL dan IELTS. Fungsi lainnya ialah sebagai tempat penerjemahan naskah atau artikel berbahasa asing ke Indonesia atau sebaliknya.

Baca Juga: Pusat Bahasa Unand Bahas Peran Bahasa Indonesia di Mancanegara

“Kalau peran pusat bahasa dengan berbagai sebutan sejenis di berbagai perguruan tinggi di Indonesia masih seperti ini, kita tak akan dicari oleh peneliti dan belum dapat difungsikan ke ranah yang lebih bermartabat. Untuk menjadikannya sebagai lembaga strategis, pusat bahasa harus dikembangkan dari hanya tempat pendidik kemampuan berbahasa berkembang menjadi pusat riset di bidang kebahasaan,” ujarnya dalam webinar bertajuk “Kata Mereka tentang Peran Bahasa Indonesia di Mancanegara”, Senin (20/9).

Apabila pusat bahasa menjadi pusat penelitian kebahasaan, kata Sawirman, semua kegiatan kebahasaan dan penelitian kebahasaan bisa dilakukan di sana. Selain itu, peralatan yang dibutuhkan untuk penelitian kebahasaan, seperti perangkat lunak (software) kebahasaan, ada di pusat bahasa. Dengan begitu, peneliti-peneliti berbobot akan masuk ke pusat bahasa. Selama ini, pusat bahasa hanya dimasuki oleh mahasiswa S-1 dan pemelajar.

Sawirman merencanakan hal itu agar pusat bahasa di perguruan tinggi di Indonesia menjadi seperti pusat bahasa di perguruan tinggi di negara lain, yang sudah merangkul banyak aspek yang berkaitan dengan kebahasaan. Ia menyebut pusat bahasa sebagai pusat riset kebahasaan sebagai peluang pusat bahasa di perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berkembang.

“Namanya saja pusat bahasa, harusnya menjadi pusat hal ihwal tentang kebahasaan. Kalau cuma untuk mengajarkan kemampuan berbahasa, itu fungsi kursus bahasa. Kelebihan pusat bahasa yang seharusnya tidak dimiliki kursus bahasa ialah penelitian bahasa,” tuturnya.

Sawirman lalu mencontohkan lembaga-lembaga kebahasaan di luar negeri, misalnya Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) di Jepang, Universitas Inalco di Paris, Universitas SOAS di London, dan Hankuk University Foreign Studies (HUFS) di Korea Selatan. Sebelum menjadi institusi pendidikan dan penelitian kebahasaan dan ilmu-ilmu terkait terkenal di Jepang, TUFS berawal dari penelitian dan penerjemahan dokumen-dokumen berbahasa asing.

Begitu juga dengan sejarah Universitas Inalco Sebelum menjadi universitas pengkaji dan penelitian bahasa dan ilmu-ilmu terkait, lembaga itu dulunya memiliki banyak praktisi kebahasaan dalam berbagai bahasa di dunia yang semula bertujuan untuk mendukung visi kolonial.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Besaran Skalar dan Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:50 WIB

Besaran Pokok dan Besaran Turunan dalam Ilmu Fisika

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:47 WIB

20 Wisudawan Terbaik PNP Periode ke-60

Minggu, 24 Oktober 2021 | 06:55 WIB

Tujuan, Ciri dan Jenis Norma Hukum

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Ciri, Fungsi, Macam, dan Jenis Norma Sosial

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:04 WIB
X