Fungsi, Tujuan, dan Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa Berdasarkan Piagam PBB atau UN Charter

- Selasa, 21 September 2021 | 21:22 WIB
Fungsi, Tujuan, dan Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa  (Ruswanti)
Fungsi, Tujuan, dan Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa (Ruswanti)

Apa itu Perserikatan Bangsa-Bangsa?

Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah organisasi dunia yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah berakhirnya Perang Dunia II. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) dibentuk oleh 51 negara dengan 5 Dewan Keamanan tetap dari Sekutu, pemenang perang. PBB dibentuk untuk berkomitmen dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Apa saja Fungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa

Sejak berdiri tahun 1945 dan bermarkas besar di New York, Amerika Serikat, PBB telah menjalankan berbagai fungsi. Berdasarkan Piagam PBB 1945 atau UN Charter, fungsi PBB, antara lain:

Fungsi Proteksi

PBB berfungsi untuk mengusahakan dalam perlindungan seluruh negara anggotanya.

Fungsi Integrasi

Organisasi internasional ini difungsikan sebagai wadah atau forum untuk membina persahabatan dan persaudaraan antar bangsa, baik anggota maupun bukan anggota.

Fungsi Sosialisasi

Lembaga internasional ini dipergunakan sebagai sarana untuk menyampaikan atau melakukan promosi terkait nilai-nilai dan norma kepada semua anggota

 

Fungsi Pengendali Konflik

Dalam pembentukan PBB, organisasi internasional ini diharapkan dapat mengendalikan konflik-konflik yang muncul dari sesama anggota sehingga tidak menimbulkan ketegangan dan peperangan.

Fungsi Kooperatif

Lembaga ini diharapkan membina dan mendorong kerja sama di semua bidang anggotanya, seperti bidang ekonomi, budaya, pendidikan, penerbangan, dan pertanian.

Fungsi Negosiasi

PBB sebagai pemfasilitas perundingan-perundingan antar negara untuk membentuk hukum yang bersifat umum dan khusus.

Fungsi Arbitrasi

Masalah-masalah secara hukum yang timbul antar anggota diharapkan dapat diselesaikan oleh PBB secara damai demi menciptakan perdamaian dunia.

Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Dalam pembentukan PBB, para pendiri telah merumuskan tujuan-tujuan PBB yang telah tercantum di Pasal 1, Piagam PBB 1945. Tujuan dari PBB terdiri dari 4 poin, yaitu:

  1. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional dan untuk tujuan itu melakukan tindakan-tindakan bersama yang efektif untuk mencegah dan melenyapkan ancaman-ancaman terhadap pelanggaran-pelanggaran terhadap perdamaian dan akan menyelesaikan dengan jalan damai, serta sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan hukum internasional, mencari penyelesaian terhadap pertikaian-pertikaian internasional atau keadaan-keadaan yang dapat mengganggu perdamaian.
  2. Mengembangkan hubungan persahabatan antar bangsa-bangsa berdasarkan penghargaan atas prinsip-prinsip persamaan hak dan hak untuk menentukan nasib sendiri, dan mengambil tindakan-tindakan lain yang wajar untuk memperteguh perdamaian universal.
  3. Mengadakan kerja sama internasional guna memecahkan persoalan-persoalan internasional di bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, atau yang bersifat kemanusiaan, demikian pula dalam usaha-usaha memajukan dan mendorong penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan dasar seluruh umat manusia tanpa membedakan ras, jenis kelamin, bahasa atau agama; dan
  4. Menjadi pusat bagi penyelarasan segala tindakan-tindakan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan-tujuan bersama tersebut.

Apa saja Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa?

Baca Juga: Berikut Daftar-Daftar Organisasi Dunia yang Membantu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN)

Dalam mewujudkan fungsi dan tujuan PBB, diperlukan asas-asas atau prinsip-prinsip. Berikut poin-poin dari asas yang diterapkan oleh PBB.

  1. PBB didirikan atas dasar persamaan kedudukan semua anggota. Masing-masing anggota negara memiliki kedaulatan yang sama.
  2. Semua anggota harus memenuhi kewajiban mereka yang tercantum dalam Piagam PBB.
  3. Semua anggota harus menyelesaikan perselisihan internasional secara damai yang tidak membahayakan perdamaian, keamanan, dan keadilan.
  4. Tiap anggota harus menghindari penggunaan ancaman dan kekerasan terhadap negara-negara lain yang dapat mengancam kemerdekaan politik suatu negara dalam hubungan intenasional.
  5. Semua anggota berkewajiban untuk membantu PBB dalam mengambil tindakan-tindakan yang diambilnya berdasarkan ketentuan piagam PBB dengan memberi semua bantuan yang diperlukan dan dijalankan PBB.
  6. PBB menjaga negara-negara yang bukan anggota bertindak sesuai dengan asas-asas yang ditetapkan PBB untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional.

7. PBB tidak campur tangan dalam masalah yang terjadi di dalam negeri masing-masing anggota.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manfaat Keanekaragaman Hayati untuk Kehidupan Manusia

Selasa, 30 November 2021 | 11:46 WIB

Manfaat dan Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Selasa, 30 November 2021 | 09:07 WIB

Pengertian dan Contoh Keanekaragaman Tingkat Genetik

Selasa, 30 November 2021 | 09:03 WIB

Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Senin, 29 November 2021 | 21:07 WIB

15 Bacaan Doa Seputar Ibadah bagi Umat Islam

Jumat, 26 November 2021 | 17:41 WIB

SMK SMAK Padang Raih 2 Prestasi Sekaligus

Jumat, 26 November 2021 | 15:40 WIB
X