Perserikatan Bangsa-Bangsa: Sejarah Berdirinya dan Dasar Hukum Pendirian

- Selasa, 21 September 2021 | 22:03 WIB
Sejarah Berdirinya PBB dan Dasar Hukum Pendiriannya  (Ruswanti)
Sejarah Berdirinya PBB dan Dasar Hukum Pendiriannya (Ruswanti)

Tahukan kamu jika PPB memiliki sejarah pendiriannya, bahkan PBB juga memiliki dasar hukum pendirian? Simak ulasan berikut ini yang telah dirangkum dari Wikipedia!

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB (dalam bahasa Inggris: United Nations, yang disingkat UN) merupakan organisasi internasional yang didirikan pada 24 Oktober 1945 sebagai pendorong kerja sama internasional.

Markas Besar PBB ini terletak di New York, Amerika Serikat, yang memiliki hak ekstrateritorialitas.  Kantor utama lainnya berada di Jenewa, Nairobi, dan Wina. Di samping itu, PBB didanai dari sumbangan yang ditaksir dan sukarela dari negara-negara anggotanya.

Sejarah Berdirinya PBB

Liga Bangsa-Bangsa disebut gagal dalam mencegah meletusnya Perang Dunia II. Untuk mencegah adanya Perang Dunia III, Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1945. Hal itu karena Liga Bangsa-Bangsa gagal dalam memelihara perdamaian internasional dan meningkatkan kerja sama dalam mengatasi masalah ekonomi, sosial, dan kemanusiaan internasional.

Rencana awal untuk organisasi dunia ini dimulai di bawah naungan Departemen Luar Negeri AS pada tahun 1939. Istilah United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa resmi digunakan pada 1 Januari 1942 saat 26 pemerintah negara menandatangani Piagam Atlantik. Sebagai tindak lanjut dari piagam ini, konferensi PBB tentang Organisasi Internasional diadakan di San Francisco pada 25 April 1945. Konferensi ini dihadiri oleh 50 pemerintah negara dan sejumlah organisasi nonpemerintah yang terlibat dalam penyusunan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (Declaration of the United Nations).

PBB resmi didirikan pada 24 Oktober 1945 atas ratifikasi piagam oleh 5 anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Prancis, Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviet dan Republik Tiongkok, serta mayoritas dari 46 negara anggota lainnya. Sidang umum pertama, dengan 51 wakil negara dan Dewan Keamanan, diselenggarakan di Westminster Central Hall, London, pada Januari 1946. Awalnya, kedudukan PBB menggunakan bangunan milik Sperry Gyroscope Corporation di Lake Succes, Now York, pada 1946—1952. Penggunaan tersebut sampai gedung Markas Besar PBB di Manhattan selesai dibangun.

Akan tetapi, sejak pendirian PBB, terdapat banyak kontroversi dan kritik yang tertuju kepada PBB. Saingan awal PBB adalah John Birch Society di Amerika Serikat, yang mengampanyekan “get US out of the UN” pada 1959. Bahkan, John Birch Society menuduh bahwa PBB memiliki tujuan, yakni mendirikan “One World Government” atau Pemerintah Seluruh Dunia.

Di sisi lain, Komite Kemerdekaan Prancis terlambat diakui oleh AS sebagai pemerintah resmi Prancis setelah Perang Dunia II berakhir. Oleh karena itu, Prancis awalnya tidak diikutsertakan dalam konferensi yang membahas pembentukan PBB. Kemudian, Charles de Gaulle menyindir PBB dengan menyebutkan le machin (dalam bahasa Indonesia: Si itu) dan merasa tidak yakin bahwa aliansi keamanan global akan membantu dalam penjagaan perdamaian dunia. Charles lebih percaya pada perjanjian/pakta pertahanan antarnegara secara langsung.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Wikipedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Puasa Wajib dalam Islam

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:52 WIB

Tata Cara Ibadah Haji yang Perlu Diketahui

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:43 WIB

Bagikan Ceritamu Bersama Daihatsu

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:05 WIB

Cara Kenalkan Lima Rukun Islam Kepada Anak-Anak

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Mulai 25 Oktober, UIN IB Padang Kuliah Tatap Muka

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Wapres RI: Membangun SDM Unggul Program Prioritas

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Kimin Tanoto Gandeng IPB Perkuat Upaya ESG

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:40 WIB

Inilah Pengertian Padanan Kata dan Beragam Contohnya

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:21 WIB

Terpopuler

X