Model Pembelajaran Berbasis Proyek Rekomendasi Industri untuk Pendidikan Tinggi Vokasi

- Kamis, 23 September 2021 | 17:13 WIB
Dr. Fandy Neta, S.Pd., M.Pd.T
Dr. Fandy Neta, S.Pd., M.Pd.T

 

  • Oleh Dr. Fandy Neta, S.Pd., M.Pd.T
  • Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknologi Kejuruan Pascasarjana UNP

Pendidikan vokasi pada perguruan tinggi, pada dasarnya mengutamakan mempersiapkan lulusan tenaga kerja yang memiliki keterampilan. Dimana hakikat pendidikan vokasi harus cepat beradaptasi dengan perubahan. Pengangguran lulusan SMK merupakan hal yang harus diantisipasi oleh setiap lembaga pendidikan.

Salah satu upaya untuk itu harus ada relevansi antara pendidikan dengan kondisi dunia kerja yang terus berkembang. Tuntutan akan relevansi antara dunia pendidikan dan dunia kerja dalam arti luas menyiratkan perlunya menguasai sejumlah kompetensi yang dapat ditunjukkan di tempat kerja.

Isu relevansi pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Menurutnya, untuk siap kerja diperlukan berbagai atribut dan keterampilan lain yang dianggap sebagai penentu di era revolusi industri 4.0 seperti kemampuan beradaptasi, pola pikir kewirausahaan kritis dan inovatif, akuntabilitas, didorong oleh tujuan dan semangat serta keterampilan lainnya. dianggap relevan dengan pekerjaan. bekerja dan siap bekerja.

Lembaga pendidikan vokasi sendiri perlu mampu memberikan kontribusi terhadap daya saing ekonomi, melalui peningkatan hard skill, soft skill, dan peningkatan pemanfaatan teknologi. Penguatan lulusan pendidikan vokasi perlu dilakukan dengan memberikan skill-up berupa pelatihan bagi lulusan baru agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Indonesia telah menyusun Making Indonesia 4.0 yang merupakan roadmap terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi memasuki era Industri 4.0. Ditegaskan bahwa semua lembaga yang menghasilkan sumber daya manusia, termasuk pendidikan umum dan kejuruan, harus mengubah paradigma berpikir dalam menyelenggarakan pendidikan. Kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan industri dan pelaku ekonomi ke depan.

Keberhasilan pendidikan formal sangat dipengaruhi oleh keberhasilan dalam pelaksanaan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar ini tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan sistem pendidikan. Peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan melalui berbagai upaya seperti: menerapkan pemahaman pola kegiatan belajar mengajar, menyesuaikan metode pengajaran, meningkatkan pengelolaan kelas, menerapkan model pembelajaran yang sesuai, dan menyesuaikan penilaian pembelajaran.

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dapat dilakukan dengan menerapkan berbagai model pembelajaran yang sesuai. Model selalu digunakan dalam setiap proses belajar mengajar.

Pentingnya penerapan berbagai model pembelajaran sangat perlu diperhatikan karena siswa memiliki perbedaan kemampuan, bakat, minat, ketahanan, dan semangat. Perbedaan gaya belajar juga menjadi faktor penting dalam proses belajar. Untuk itu diperlukan keragaman berbagai model pengajaran untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan suatu prosedur yang sistematis dalam mengkoordinasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Acuan ini berfungsi sebagai pedoman bagi perancang dan peserta didik dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan proses pembelajaran.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

Kimin Tanoto Gandeng IPB Perkuat Upaya ESG

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:40 WIB

Inilah Pengertian Padanan Kata dan Beragam Contohnya

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:21 WIB

Terpopuler

X