Berkat PKM Politeknik ATI Padang, Warga Duo Koto Agam Dapat Produksi Maggot

- Minggu, 26 September 2021 | 11:31 WIB
PKM Dosen Politeknik ATI Padang di Nagari Duo Koto Agam
PKM Dosen Politeknik ATI Padang di Nagari Duo Koto Agam

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Di daerah Kabupaten Agam, tepatnya di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, sebagai desa wisata yang termasuk baru dan masih dalam tahap perkembangan. Walaupun masih baru, tetapi Desa Wisata Nagari Duo Koto memiliki potensi wisata yang cukup bervariasi dan termasuk unik.

Potensi wisata yang ada seperti Linggai Park, Batu Gadang, Surau Gadang, Air Terjun Kacau Resort dan ditambah wisata pemandangan yang bisa dilihat disekitar wilayah hulumambu. Wisata lainnya juga ada seperti Wisata Kuliner, Wisata Kuliner yang ada juga tidak kalah hebatnya, kulinernya lebih dominan pada olahan danau maninjau seperti Rinuak, Bada (Ikan Kecil), Ikan dan Keripik.

Baca Juga: Tingkatkan Produksi, Politeknik ATI Padang Bina UMKM Mamabon

Sebagai desa wisata, tentu akan banyak menghasilkan sampah dan perlunya suatu pengelolaan dengan menggunakan teknologi sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru sebagai desa atau nagari wisata yang ada di Kabupaten Agam.

Untuk itu, Politeknik ATI Padang melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) memberikan pelatihan kepada warga masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu, remaja, pemuda dan tokoh masyarakat serta pengelola bank sampah sarok pintar di daerah setempat untuk pengelolaan sampah berkelanjutan pada Bank Sampah melalui teknologi Biokonversi Black Soldier Fly (Maggot) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Politeknik ATI Padang Bekali Warga Matua dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna

Ketua program PKM Politeknik ATI Padang, Candrianto mengatakan kabupaten Agam memiliki masalah sampah yang disebabkan oleh bukan saja karena ketidakmampuan pemerintah dalam penanganan sampah akan tetapi juga disebakan karena peran serta masyarakat yang masih
kurang, dimana dapat dilihat melalui data Jakstrada pada 2020, nilai dari pengurangan dan penanganan sampahnya adalah 2,29% dan 23,59% (DLH Agam,2020).

Untuk itu diperlukan pelatihan bagi masyarakat terutama di nagari duo koto. Dengan adanya pelatihan pengelolaan sampah melalui teknologi Maggot ini diharapkan sampah tidak lagi bermasalah dan manggot sebagai salah satu solusinya untuk meingkatkan pendapatan masyarakat yang memiliki peluang besar.

Tim pengabdian masyarakat Dosen Politeknik ATI Padang terdiri dari Candrianto, ST.M.Pd, selaku ketua PKM, Isra Mouludi, S.Kom, Miratul Hasni, SH.M.Pd, Ridha Luthvina, MT dan Wahyu Amalia, MT dan didampingi oleh mahasiswa.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Tujuan, Ciri, dan Jenis Norma Hukum

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Ciri, Fungsi, Macam, dan Jenis Norma Sosial

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Bulu Tangkis

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:39 WIB

Inilah Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Renang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:48 WIB

4 Teknik Dasar Permainan Bola Voli

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:47 WIB

Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Olahraga Atletik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:34 WIB

Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Panahan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Hukum Fisika yang Diterapkan dalam Olahraga Bela Diri

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Peralatan dan Peraturan Permainan Bola Voli

Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:20 WIB

Jenis Magnet dan Cara Membuatnya

Selasa, 19 Oktober 2021 | 22:56 WIB

Manfaat Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:36 WIB
X