Tim Pengabdian Masyarakat LPPM Unand Laksanakan Survey Budidaya Tanaman Jahe di Sungai Talang

- Senin, 11 Oktober 2021 | 20:39 WIB
Tim Pengabdian Masyarakat LPPM Unand Laksanakan Survey Budidaya Tanaman Jahe di Sungai Talang
Tim Pengabdian Masyarakat LPPM Unand Laksanakan Survey Budidaya Tanaman Jahe di Sungai Talang

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM- Nagari Sungai Talang merupakan salah satu nagari di Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota dengan pertanian merupakan sektor ekonomi utama masyarakat.

Sektor ekonomi utama nagari Sungai Talang yang hanya pada sektor pertanian dengan tanaman utama padi sawah dan jagung serta akses menuju Kabupaten yang cukup jauh menjadi salah satu kendala pertumbuhan ekonomi bagi daerah tersebut.

Jahe (Zingiber officinale) merupakan jenis tanaman rimpang dari suku Zingiberiacea yang banyak dibudidayakan hampir di seluruh kawasan Indonesia. Di Indonesia terdapat tiga jenis jahe berdasarkan ukuran dan warna kulit rimpangnya, yaitu jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah.

Salah satu jenis jahe yang banyak dibutuhkan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah jahe merah. Jahe merah banyak dibutuhkan dalam bidang industri obat tradisional. Jahe merah digunakan sebagai bahan baku obat karena memiliki kandungan gingerol yang paling tinggi dibanding jahe gajah dan jahe emprit.

Pada tanggal 19 September 2021 tim pengusul telah melakukan penjajakan kepada Kelompok Tani Inovasi di Jorong Belubus, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota.

Penjajakan dilakukan untuk melihat kondisi dan potensi lokal yang ada disekitar kelompok tani dan sinergisnya dengan kebijakan pemerintah daerah. Penjajakan juga ditujukan untuk mendapatkan sebanyak mungkin data awal yang akan digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan mengevaluasi potensi lokal yang bisa dimanfaatkan untuk pemecahan masalah terutama dalam melakukan program peningkatan produksi jahe melalui penerapan konsep Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), pemanfaatan limbah, agens hayati rizobakteri serta sumber daya lokal.

Ketua kelompok tani Edi berkomitmen dalam melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Nagari tersebut.

Penerapan teknologi PHT pada penanaman tanaman jahe dan teknologi pemanfaatan limbah dan rizobakteri sebagai sarana produksi bagi tanaman jahe tersebut diharapkan akan menjadi satu siklus yang berkelanjutan, sehingga Kelompok Tani Inovasi diharapkan akan memiliki kemandirian pemenuhan bahan baku dan sarana produksi sendiri, karena penerapan ini akan dapat memanfaatkan potensi lahan tidur, substitusi pupuk kimia yang mahal dan sulit didapatkan, serta peningkatan kualitas hasil yang bernilai ekonomis lebih tinggi.

Menurut Yanti pengolahan jahe menjadi olahan produk instan juga diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis jahe sehingga nantinya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat nagari tersebut. Hal tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan tingkat kemiskinan serta kemandirian kelompok tani.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Terkini

3 Jenis Tuas dalam Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 23:32 WIB

4 Prinsip Kerja Pesawat Sederhana

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12 WIB
X