Pengertian dan Contoh-Contoh Ragam Hias (Ornamen) dalam Karya Seni Rupa

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:06 WIB
contoh gambar ragam hias atau ornamen
contoh gambar ragam hias atau ornamen

Ragam hias atau ornamen sudah digunakan dan dikembangkan dalam berbagai jenis karya seni rupa sejak zaman prasejarah. Di Indonesia, ornamen sudah berkembang di berbagai daerah dan terdapat berbagai macam ragam hias khas di setiap suku atau masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakeragaman ornamen di Indonesia, seperti lingkungan alam, flora, fauna, serta manusia yang hidup di dalamnya.

Pengertian Ragam Hias (Ornamen)

Ragam hias merupakan visualisasi atau penampilan dalam suatu karya kerajinan atau seni yang bertujuan untuk menghias. Berbagai seni karya menggunakan ragam hias. Ragam hias dapat muncul berupa motif tenunan, gambar pada kain (misalnya batik), songket, ukiran, atau pahatan pada kayu dan batu. Ragam hias dapat dibuat dari stilasi (stilir) sebuah objek asli sehingga bentuknya lebih bervariasi.

Ragam hias memiliki bahasa inggris ornament. Ornament berasal dari bahasa Yunani ‘ornare’ yang memiliki arti hiasan atau menghias. Menghias berarti mengisi kekosongan suatu permukaan bahan dengan hiasan, sehingga permukaan yang semula kosong menjadi tidak kosong lagi karena terisi oleh hiasan. Ragam hias merupakan komponen penting dalam produk seni yang ditambahkan atau disengaja dibuat. Alasan penambahan ragam hias sebagai sarana memperindah atau sebagai hiasan untuk memberikan nilai estetik.

Ornamen juga merupakan pendukung maksud tertentu dari suatu produk karya seni, tepatnya untuk menambah nilai artistik dari suatu benda atau produk. Keunikan dari ragam hias dapat menjadi ciri khas. Semakin rumit atau semakin unik dari ornamen akan menambah nilai ekonomi dari benda atau produk tersebut.

Ornamen sebagai Warisan Budaya Indonesia

Dalam sejarah dunia, gaya ornamentasi dapat dipelajari dalam referensi budaya tertentu yang mengembangkan bentuk-bentuk unik dari dekorasi, atau ornamen termodifikasi dari budaya lain. Peradaban pertama dalam penambahan dekorasi atau ornamen berasal dari budaya di benua Afrika, tepatnya zaman Mesir kuno.Mereka tercatat telah menambah dekorasi pada bangunan-bangunan mereka. Ornamen mereka mengambil bentuk dunia alam dalam suasananya, menghiasi kepala pilar dan dinding dengan gambar papirus dan pohon palem. Budaya lain berasal dari Assyria, mereka membuat ornamen yang memperlihatkan pengaruh dari sumber Mesir dan sejumlah tema asli, termasuk gambar pohon dan binatang dari daerah tersebut. Pada peradaban selanjutnya, yaitu Yunani kuno, mereka banyak membuat bentuk baru dari ornamen, dengan variasi regional dari kelompok Doric, Ionic, dan Corinthian. Ragam hias juga diadaptasi oleh bangsa Romawi yang melatinkan bentuk murni dari ornamen Yunani. Mereka juga mengadaptasi bentuknya dengan tujuan-tujuan tertentu. Dari berbagai penjuru dunia, kita dapat menemukan gaya ornamental lainnya, antara lain Arab, Aztec, Byzantium, Celtic, China, Renaissance Prancis, Renaissance Jerman, Renaissance Italia, India, Persia, Jepang, Abad Pertengahan, Moorish, Pompeia, dan Turki.

Sedangkan, ornamen-ornamen di Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan pola bentuk dan motifnya. Berikut jenis ornamen yang ada di Indonesia dikelompokkan menjadi 6, yaitu:

  1. Ornamen geometris adalah motif yang menggunakan unsur-unsur rupa seperti garis dan bidang. Pada umumnya, motif ini bersifat abstrak artinya bentuknya tidak dapat dikenali sebagai objek-objek alam, contohnya motif meander, pilin, lereng, banji, kawung, jlamprang dan tumpal.
  2. Ornamen organis motif manusia merupakan motif yang terinspirasi dari manusia. Ornamen ini dilambangkan sebagai pengambaran nenek moyang dan simbol kekuatan gaib untuk penolak bala. Contoh dari ornamen ini adalah ornamen dongson.
  3. Ornamen organis motif fauna adalah ornament berbentuk hewan atau binatang.
  4. Ornamen organis motif flora merupakan ragam hias berbentuk tumbuh-tumbuhan.
  5. Ornamen motif benda alam.
  6. Ornamen bentuk benda teknologi dan kaligrafi. Kamu dapat menemukan karya kaligrafi di tempat ibadah, seperti masjid.

Editor: Ruswanti

Sumber: KKB dan KKSB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengertian, Unsur dan Fungsi Sejarah

Rabu, 22 Juni 2022 | 11:25 WIB

Unsur, Rumus dan Contoh Soal Lingkaran

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:37 WIB

Apa Hukum Kekekalan Massa Dan Siapa Penemunya?

Rabu, 22 Juni 2022 | 03:14 WIB
X