Sistem Bilangan Pecahan: Pengertian dan Empat Jenisnya

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:49 WIB
ilustrasi bilangan pecahan
ilustrasi bilangan pecahan

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menggunakan matematika dalam berbagai kehidupan. Kamu dapat menggunakan matematika saat menentukan bahan-bahan makanan, menghitung uang, menghitung umur, dan berbagai hal. Di pelajaran eksakta ini memiliki beberapa jenis bilangan, seperti bilangan bulat, bilangan cacah, bilangan prima, dan bilangan pecahan. Pembahasan kali ini mengenai bilangan pecahan.

Apa itu Bilangan Pecahan?

Dilansir dari Kumparan.com, bilangan pecahan merupakan bilangan yang terdiri atas dua angka, yakni angka yang terletak di atas sebagai pembilang dan angka pembagi sebagai penyebut. Penggunaan pecahan biasanya ditemukan dalam pelajaran Matematika dan Fisika. Selain itu, kamu juga dapat menemukan bilangan pecahan saat menghitung bahan-bahan untuk membuat makanan.

Bentuk awal dari bilangan pecahan mempunyai seperti di bawah ini.

a/b

Angka yang menempati bagian a disebut sebagai pembilang, sedangkan b disebut sebagai penyebut. Syarat utama dari nilai b atau penyebut bahwa nilainya tidak boleh 0. Selain itu, nilai a dan b dalam bilangan pecahan juga saling prima, artinya tidak ada faktor atau pembagi yang bisa membagi a dan b sekaligus.

Baca Juga: Bilangan Prima: Pengertian, Sejarah, Contoh dan Kegunaannya

ilustrasi bilangan pecahan

Empat Jenis dari Bilangan Pecahan

Ternyata, bilangan pecahan memiliki beberapa bentuk. Simak beberapa jenis dari bilangan pecahan berikut ini, antara lain:

  1. Bilangan Pecahan Biasa

bilangan pecahan biasa

Bilangan pecahan biasa adalah pecahan yang hanya terdiri atas pembilang dan penyebut, misalnya 1/2, 2/3, 4/5, 1/3, dan sebagainya.

Pada bilangan pecahan 1/2, 1 adalah pembilang, sementara 2 merupakan penyebut. Penyebutan dari 1/2, yaitu setengah atau satu per dua. 

  1. Bilangan Pecahan Campuran

Bilangan pecahan campuran merupakan jenis bilangan pecahan yang terdiri dari bagian bulat dan bagian pecahan. Pecahan campuran dapat berbentuk seperti di bawah ini.

bilangan pecahan campuran

Pada bilangan pecahan tersebut, c menunjukkan bilangan bulat, sedangkan a/b merupakan bilangan pecahan biasa. Contoh pecahan campuran yaitu 3 2/7. Dari contoh tersebut, angka 3 merupakan bilangan bulat sementara 2/7 merupakan bagian pecahan.

Bilangan pecahan campuran dapat diubah menjadi pecahan biasa, yakni dengan dengan mengalikan bagian bulat dengan penyebut bagian pecahan, lalu menjumlahkannya dengan bagian pembilang dari pecahan. Cara membaca bilangan pecahan campuran yaitu menggabungkan ucapan bilangan bulat dan pecahan. Pada 4 3/4 dapat dibaca menjadi ‘empat tiga per empat’.

Misalnya terdapat pecahan 3 1/5, jika diubah menjadi pecahan biasa menjadi (3 x 5 + 1)/5 sehingga menjadi 16/5.

  1. Bilangan Pecahan Desimal

Pada bilangan pecahan, kamu juga biasanya menemukan bentuk pecahan ini. Pecahan desimal merupakan salah satu bentuk nilai bilangan pecahan dengan penyebut 10, 100, 1000, dan seterusnya. Penulisan bilangan pecahan desimal menggunakan tanda koma (,). Contoh dari bentuk ini sebagai berikut.

Bilangan persepuluhan, contoh 3/10 ditulis dengan 0,3.

Bilangan perseratusan, contoh 22/100 ditulis dengan 0,22.

Bilangan perseribuan, contoh 155/1000 ditulis dengan 0,155.

Cara membaca bilangan pecahan desimal dengan membaca angka nol dilanjutkan koma dan angka di belakang koma. Contohnya, 0,23 dapat dibaca menjadi ‘nol koma dua puluh tiga’.

  1. Bilangan Pecahan Senilai

Pecahan senilai merupakan dua atau lebih pecahan dengan perbandingan nilai pembilang dan penyebutnya yang sama. Secara singkat, bilangan pecahan senilai memiliki penyebut yang sama.

Misalnya terdapat pecahan 1/5, 6/10, dan 10/25. Ketiga pecahan tersebut merupakan pecahan senilai.

2/7, perbandingan pembilang dan penyebutnya yaitu 2 : 7.

6/14, perbandingan pembilang dan penyebutnya yaitu 6 : 14 = 3 : 7.

4/28, perbandingan pembilang dan penyebutnya yaitu 4 : 28 = 1 : 7.

Ketiga pecahan tersebut memiliki perbandingan pembilang dan penyebut yang sama, maka ketiga pecahan tersebut merupakan pecahan yang senilai. Pecahan senilai berfungsi dalam pengoperasian matematika di bilangan pecahan, yakni penambahan dan pengurangan.

Halaman:

Editor: Ruswanti

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Tanda Baca Alquran

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:28 WIB

Hukum Bacaan Al-Quran Ikhfa Syafawi

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:52 WIB

Hukum Bacaan Al-Quran Izhar Halqi

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:50 WIB

Hukum Bacaan Al-Quran Izhar Syafawi

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:47 WIB

Ikhfa Haqiqi

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Iman kepada Hari Akhir

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:51 WIB

Iman kepada Kitab-Kitab Allah Swt.

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:45 WIB

Rukun Iman yang Keempat, Iman kepada Para Rasulullah

Senin, 6 Desember 2021 | 19:25 WIB

Rukun Iman Kedua, Percaya kepada Para Malaikat

Senin, 6 Desember 2021 | 19:20 WIB

Penjelasan Rukun Iman dan Rukun Islam

Senin, 6 Desember 2021 | 19:16 WIB

Metode Ilmiah Biologi

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Pengertian Ilmu Biologi dan Hal yang Dipelajari

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:51 WIB

Cabang-Cabang dari Ilmu Biologi

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:11 WIB
X